Pengukuhan PB NWDI, TGB Ingatkan Pentingnya Rawat Kolaborasi

PRAYA – Jajaran Pengurus Besar Nahdatul Wathan Diniyah Islamiyah (PB NWDI) masa khidmat 2022-2027 resmi dikukuhkan. Pengukuhan dilakukan di areal Masjid Nurul Bilad, Kuta Mandalika, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Rabu malam (30/3).

Ratusan tokoh elite, kader, jamaah, hingga masyarakat mengahdiri momen sakral tersebut. Turut hadir dalam kesempatan Ketua Umum PB NWDI terpilih Tuan Guru Bajang (TGB) HM Zainul Majdi, Gubernur NTB Zulkieflimsnyah, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah.

Sejumlah kepala daerah seperti Bupati Lombok Timur Sukiman Azmi, Wakil Bupati Lombok Timur Rumaksi, serta perwakilan sejumlah lembaga pemerintahan.

Ketua Umum PB NWDI TGB M Zainul Majdi menyebut agenda pengukuhan sebagai momen yang bersejarah. Menurut TGB,
terdapat pesan simbolik di balik pemilihan lokasi pengukukan di Masjid Nurul Bilad Mandalika.

“Pada malam hari ini kita berhimpun bersama di halaman Masjid Nurul Bilad, sebagai penanda daerah Mandalika yang bisa menjadi mercusuar Islam Rahmatan lil Alamin. Mudah-mudahan diberkahi oleh Allah SWT,” kata Gubernur NTB dua periode itu.

TGB menyoroti pentingnya konsep dakwah Islam mengedepankan prinsip soft power.
Berdakwah,  tak harus menggunakan senjata, tak harus melalui kekerasan. Dalam banyak peristiwa sejarah, Islam selalu mengedepankan konsep kearifan dalam berdakwah. 

BACA JUGA :  Tutup Muktamar, TGB Luncurkan Buku Tentang Covid-19

“Imperium Islam itu tidak selalu, atau bahkan seringkali ketika datang ke suatu tempat, yang membawanya bukanlah prajurit, tetapi ulama, orang-orang yang mencerminkan akhlak yang mulia,” ujar Ketua Organisasi Internasional Ikatan Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia itu.

Salah satu bukti, kata TGB, yakni penyebaran islam di Indonesia. Tidak ada satupun prajurit Arab menginjakkan kakinya di tanah nusantara tatkala menyebarkan islam. 

“Islam datang bukan dengan senjata, bukan dengan ketakutan, tetapi dengan akhlak, dengan kemuliaan pribadi dari pendakwah islam,” papar cucu Pahlawan Nasional TGKH Zainuddin Abdul Madjid itu.

Selanjutnya, di depan hampir ribuan keluarga besar NWDI yang hadir,TGB mengingatkan ihwal pentingnya merawat kolaborasi dan kebersamaan. Dua hal tersebut, merupakan pengejawantahan dari konsep dakwah Islam Rahmatan lil Alamin.

Dakwah itu, lanjut TGB intinya membangun kolaborasi. Keberagaman dalam tubuh umat merupakan tantangan yang mesti dijawab dengan penuh keyakinan.
Keinginan untuk saling melengkapi, merupakan perwujudan dari dakwah. Khususnya dalam konteks berbangsa dan bernegara yang muaranya adalah kolaborasi dalam kebaikan.

BACA JUGA :  Pengukuhan PB NWDI Dipusatkan di Masjid Nurul Bilad Mandalika

“Kita perlu membangun sinergi, membangun kebersamaan. Kalau ada yang masih perlu dibenahi, kita benahi bersama. Yang memiliki kelebihan tertentu, bagi kepada yang lain, seperti itu saling mengisi,” ujar Doktor Tafsir Al-Quran itu.

Ia mengajak kepada seluruh kader dan jamaah NWDI agar terus menujukkan perkhidmatan kepada umat.

“Insya Allah dengan kebersamaan kita semua, NWDI dapat menghadirkan perkhidmatan yang baik bagi masyarakat. Ber-NWDI hakikatnya harus mampu mencerminkan nilai-nilai islam,” tegas peraih penghargaan Dai of The Year 2021.

Momen pengukuhan, kata TGB adalah tonggak awal mengencangkan kembali nawaitu pengabdian kepada organisasi dan masyarakat.

“Saya bersyukur, banyak yang dikukuhkan tadi itu adalah sahabat-sahabat saya yang sebelumnya tidak pernah mau berorganisasi, tapi Alhamdulillah sekarang ikut bersama kita di NWDI, itu menujukkan mudah-mudahan karena merasa NWDI ini menjadi rumah untuk kita bersama,” ujarnya diikuti tepuk tangan para hadirin.

Rumah besar,dengan kekurangan dan kelebihan kita masing-masing, itu yang akan menjadi spirit dan penguat membangun kolaborasi dalam beroganisasi.

“Mari kita sama-sama berkhidmat melalui NWDI, mudah-mudahan Allah memberkahi,” tutupnya. (luk)