TGB Berikan Nama Bayi di Pengungsian

TGB Berikan Nama Bayi di Pengungsian
BERIKAN NAMA: Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi menggendong kemudian memberikan nama kepada seorang bayi yang tinggal di pengungsian Desa Santong Kecamatan Kayangan KLU. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Gubernur NTB TGB Muhammad Zainul Majdi memilih melaksanakan salat Iduladha di lapangan pengungsian Dusun Sumur Pande Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU), Rabu (22/8) kemarin. Di sini TGB memberikan motivasi kepada masyarakat untuk tetap bersyukur kepada Allah SWT di tengah bencana gempa yang ada. Selanjutnya TGB menyerahkan hewan kurban berupa 20 ekor kambing dan khusus 1 ekor sapi dari presiden. Warga pun tampak haru dan gembira bisa didatangi TGB.

Usai dari Sesait, TGB kemudian melanjutkan silaturahmi ke pengungsian Desa Santong yang berada di dataran lebih tinggi. Kedatangan orang nomor satu di NTB ini cukup mengagetkan warga yang baru selesai melaksanakan salat Iduladha di halaman masjid dan jalan raya.

BACA JUGA: Prediksi Gempa 26 Agustus Hoaks

Baru beberapa langkah kaki diayunkan, TGB langsung mendekati bayi yang digendong seorang nenek. Bayi berumur empat hari itu belum memiliki nama. Sontak orang tuanya, Yuli Wulandari dan Andika Novian serta keluarga meminta TGB memberikan nama.

TGB pun merenung sekitar lima detik sembari menggendong bayi perempuan ini, lantas melontarkan sebuah nama cantik. “Zayda Syarifa, (artinya) selalu bertambah dalam kemuliaan,” ujar mantan Politisi Partai Demokrat yang memiliki lima anak ini sembari mengikuti permintaan keluarga untuk langsung menggunting rambut bayi diiringi selawat.

Nama Zayda sendiri nampak tidak asing. Setelah ditelusuri, ternyata salah seorang anak perempuan TGB, ada yang bernama Zayda, lengkapnya Zayda Salima. TGB sendiri berpesan kepada kedua orang tua bayi agar tetap kontrol ke dokter selama di pengungsian, berikan imunisasi dan juga ASI.

Ibu bayi, Yuli Wulandari merupakan Guru Bahasa Indonesia di SMKN 1 Kayangan. Guru honor ini mengaku bersyukur anaknya diberikan nama oleh TGB. “Bersyukur karena dari kemarin-kemarin sudah pusing mikirin nama karena sibuk dengan musibah gempa, bersyukur Pak Gubernur memberi nama yang indah,” terangnya.

BACA JUGA: Catatan Hari Minggu Untuk Tragedi Gempa Lombok

Bayi Zayda Syafira lahir 18 Agustus 2018 di Rumah Sakit Permata Hati Kota Mataram. Saat gempa susulan tak kunjung berhenti, sang suami memilih cepat-cepat merujuk istrinya ke Kota Mataram agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, terlebih pertengahan Agustus diprediksi oleh dokter akan lahiran.

Usai lahiran, bayi bersama sang ibu langsung menempati tenda pengungsian yang dipersiapkan keluarga di Lapangan Santong bersama ribuan pengungsi lainnya. Kediamannya di Desa Santong ikut rusak akibat gempa. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut