TGB Ajak Ratusan Alumni Al Azhar  Mesir Teguhkan Moderasi Beragama

MATARAM – Ratusan alumni Universitas Al Azhar, Mesir lintas generasi dai seluruh Indonesia berkumpul di NTB. Mereka akan mengikuti Multaqa ke VII yang digelar di UIN Mataram.

Dalam Gala Dinner Para Peserta Multaqa Al Azhar, Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia TGB HM Zainul Majdi mengingatkan, para alumni harus terus meneguhkan moderasi beragama.

“Agar keberagaman di Indonesia dan keislaman selalu bermuara pada hubungan kebangsaan dan keindonesiaan,” katanya, Jumat malam (18/3) di Mataram.

Hal ini, kata TGB, sebagaimana disampaikan oleh Grand Syeikh Al Azhar  Prof Muhammad Ahmad At-Tayyeb bahwa negara bukan sekedar sejumput tanah. Negara adalah peradaban, budaya, agama, manusia, dan seluruh kebaikan, baik diatas bumi maupun didalam perut bumi.

Baca Juga :  TGB Dinilai Berpotensi Pindah ke NasDem

“Maka kita harus selalu berjuang membela negara dimanapun kita berada,” pesannya.

TGB melanjutkan, masyarakat NTB saat ini dengan kesykuran dan kegembiraan menyambut peserta Multaqa ke VII.
Para peserta ini akan menjadi bagian dari penonton yang akan menyaksikan perhelatan MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Menurutnya, niat baik memajukan NTB dan Indonesia dengan adanya Sirkuit Mandalika.

“Hal ini mengajarkan bila niat baik akan diperoleh dengan baik, melalui perencanaan, kefahaman, dan kemengertian maka ujungnya adalah kebaikan,” kata Gubernur NTB periode 2008-2013 dan 2013-2018 ini.

Baca Juga :  TGB Ditetapkan Jadi Wakil Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengajak peserta Multaqa Nasional VII OIAA untuk menyaksikan langsung event MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok Tengah.

“Acara di Mandalika besok akan kurang maknanya tanpa kehadiran antum semua,”katanya.

Karena, dengan kehadiran para peserta dapat saling menautkan hati, saling lebih mengenal satu sama lain. Bukan hanya di tempat-tempat formal, namun di lokasi Sirkuit MotoGP, dapat saling mengenal, mengakrabkan persahabatan dan mampu membaca isi pikiran.

“Untuk saling memahami dan membantu dimasa yang akan datang,” imbuhnya.(luk)

Komentar Anda