Test Event Molor Tak Ganggu Persiapan

Ilustrasi Asian Games

JAKARTA – Tugas berat Indonesia dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah tidak hanya terkait anggaran. Venue dan insfrastruktur yang ada merupakan kesatuan penunjang yang cukup krusial. Yang terbaru yakni, kepastian test event sudah dikantongi Inasgoc (panitia penyelenggara Asian Games).

Hal ini setelah setelah mempertimbangkan proses pembangunan dan renovasi sejumlah venue, akhirnya test event Asian Games harus mundur di awal 2018. Artinya kegiatan untuk menguji coba kesiapan panpel dan venue itu hanya berselang sekitar enam-tujuh bulan sebelum event berlangsung di Agustus 2018.

Kepastian ini merupakan hasil pertemuan di istana wakil presiden Senin kemarin (29/5). Saat itu, Kemenpora di wakili plt Deputi IV Bidang olahraga prestasi, Washington. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuldjono, dan Ketua KOI Erick Thohir.

Informasi yang muncul selesai rapat yakni molornya sejumlah venue. Paling cepat pengerjaannya yakni venue hoki dan tenis yang berada di kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Rencananya, dua venue tersebut akan rampung 10 Juni mendatang. Sedangkan SUGBK diperkirakan rampung 8 Oktober, termasuk tata lingkungannnya,

Sedangkan, fasilitas latihan yang ada di Senayan diperkirakan selesai 20 Desember. Adapun venue akuatik pada 8 Oktober, serta Istana Olahraga (Istora) Senayan di 8 November. Satu paket renovasi terakhir yakni stadion madya, hall basket, dan lapangan sofbol bisbol yang direncanakan selesai pada 31 Desember. 

Selain kesiapan panitia dan venue pertandingan, test event juga akan menguji persiapan IT (game result), penerangan dan mekanisme pertandingan yang ada. Dengan situasi ini, tentunya Inasgoc akan segera menindaklanjuti dengan berkoordinasi langsung dengan pengurus besar cabor terkait.

”Kalau memang diperlukan, kami akan segera memanggil pengurus cabor, untuk menentukan jadwal dan penyesuaian perubahan tersebut,” sebut Sekjen Inasgoc, Eris Herryanto saat dikonfirmasi kemarin (30/5).

Namun, Eris menggaransi mundurnya test event tersebut tidak akan berpengaruh pada persiapan yang sudah berjalan. ”Tentu test event itu bisa berlangsung kalau venue dan atlet sudah siap, untuk saat ini memang kondisi venue yang belum siap,” terangnya.

Sementara itu, perubahan jadwal test event sudah diterima PP PBSI, induk bulu tangkis nasional. Menurutnya, langkah yang diambil tersebut sudah ditindak lanjuti PP PBSI. Achmad Budiharto, Sekjen PP PBSI menerangkan bahwa idealnya test event akan diikuti top player Asia.

”Ini komitmen kami, supaya bisa ketahuan kesiapan venue dan panitia penyelenggara,” katanya. Untuk itu, dalam waktu dekat, PP PBSI juga akan berkoordinasi langsung dengan BWF (Federasi bulu tangkis dunia) dan BAC (Federasi bulu tangkis Asia) untuk mendetailkan perubahan waktu test event itu, (nap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid