Tes SKD CPNS Diundur 

Muhammad Nasir (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2021 resmi diundur yang sebelumnya direncanakan mulai 25 Agustus hingga 4 Oktober 2021.
Hal tersebut akui Kepala BKD Provinsi NTB, Muhammad Nasir saat ditanya soal kepastian penyelenggaraan SKD CPNS di NTB. “Ya benar diundur, besok (hari ini, red) kami rapat dengan BKN mengenai kepastian waktu seleksi SKD,” ungkap Nasir kepada Radar Lombok, Selasa (24/8).

Nasir juga menyebutkan, hasil rapat yang dilaksanakan dengan kepala BKN regional X. NTB sendiri memang direncanakan waktu pelaksanaan SKD pada 8 September 2021. Namun kepastiannya menunggu hasil rapat dengan panselnas. “Jadi jika dimulai kick off-nya pada 2 September, maka untuk rencana wilayah regional X dimulai pada 8 September secara serentak. Yakni NTB, NTT dan Bali serta seluruh kabupaten kota yang ada ditiga wilayah Provinsi itu,” sebutnya.

Meski begitu, sambung Nasir masih sebatas rencana karena kepastian tentu sesuai hasil rapat dengan panselnas. Hal yang sama juga soal syarat dan ketentuan dalam pelaksanaan SKD akan diputuskan melalui rapat bersama panselnas. Meski saat ini telah beredar kabar soal bagi peserta yang mengikuti SKD diwajibkan membawa sertifikat vaksin dan swab PCR dan lain sebagainya. “Jadi kita belum berani memastikan secara utuh, karena putusan finalnya belum ada. Kalau saya ditanya apakah wajib PCR dan lain sebagainya tunggu keputusan besok,” tegasnya.
Namun untuk syarat dan ketentuan secara umum yang sudah sebelumnya dikeluarkan oleh BKN, lanjut Nasir tetap menjadi acuan tetapi karena kondisi sekarang ini ada pelaksanaan PPKM diseluruh wilayah Indonesia maka tentu akan disesuaikan dengan kondisi sekarang namun tidak jauh berbeda dengan ketentuan sebelumnya. “Jadi untuk NTB besok diputuskan seperti apa syarat dan ketentuan peserta yang mengikuti SKD,” sambungnya.

BACA JUGA :  Penduduk Miskin NTB Bertambah 32.770 Orang, Persentasenya Menurun

Sementara untuk lokasi tes, kata Nasir, pihaknya telah mempersiapkan akan dilaksanakan di kantor BKD Provinsi NTB bagi peserta yang mengambil formasi CPNS dilingkup Pemprov NTB. “Kalau untuk persiapan kita sudah persiapkan semuanya, tinggal  pelaksanaannya baik dari sisi lokasi dan lain sebagainya,” ucapnya.
Untuk pelaksanaan dengan jumlah peserta banyak 7.843 orang, maka dibutuhkan waktu kurang dari 1,5 bulan untuk pelaksanaan SKD karena jumlah peserta dibatasi setidaknya empat shift per hari kecuali Jumat. “Jadi setiap sesi kemungkinan pesertanya kurang dari 100 orang, maka kemungkinan per hari itu ada empat sesi kecuali hari Jumat,” ujarnya.

Seperti diketahui, jumlah pelamar CPNS Pemprov NTB yang dinyatakan lulus seleksi administrasi bertambah menjadi 7.843 orang setelah adanya peserta yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) menjadi memenuhi syarat sebanyak 80 pelamar yangmelakukan sanggahan diterima oleh Panitia Seleksi (Pansel) Pengadaan CPNS 2021. Dimana Tim Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS telah memverifikasi ulang terhadap sanggahan pelamar dari tanggal 4 — 12 Agustus 2021. Disebutkan, ada 617 pelamar yang mengajukan sanggahan dari 1.201 orang yang dinyatakan TMS.

BACA JUGA :  Puncak Gerhana Bulan Total di NTB Pukul 19.18 Wita

Jumlah keseluruhan pelamar CPNS Pemprov NTB yang lulus seleksi administrasi menjadi 7.843 orang. Sebelumnya, pelamar yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak 7.763 orang.

Dengan adanya tambahan 80 pelamar yang MS, maka jumlah pelamar yang berhak ikut seleksi tahap berikutnya, yaitu SKD sebanyak 7.843 orang. Jumlah formasi CPNS yang dibuka Pemprov NTB sebanyak 422 formasi. Dengan rincian, 271 formasi tenaga kesehatan dan 151 formasi tenaga teknis.
Lebih lanjut Nasir menyebutkan, di NTB terdapat beberapa titik lokasi (tilok) untuk pelaksanaan SKD CPNS 2021. Yakni untuk Lombok Barat dan Lombok Utara dilakukan di satu tilok di UPT BKN Mataram, kemudian Kota Mataram dilaksanakan di SMKN 3 Mataram, Lombok Tengah di SMA 1 Praya.

Sedangkan, Lombok Timur memiliki tilok tersendiri begitu juga dengan Sumbawa Barat sementara untuk Sumbawa dilaksanakan di SMKN 3 Sumbawa, kemudian Dompu dilaksanakan di SMKN 1 Dompu. “Jadi ada beberapa kabupaten yang dilaksanakan di tilok sendiri, seperti di Provinsi, Loteng dan Lotim dan Sumbawa Barat. Yang lainnya masih numpang pakai dibeberapa lokasi sebagai tiloknya,” tutupnya. (sal)