Terungkap, Mayat Tanpa Identitas Tewas di Kokok Tibu Balok Warga Sulteng

Terungkap. Istri mayat yang ditemukan tewas di Kokoq Tibu Balok, Dusun Bagek Kedok, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya saat diperlihat mayat suaminya di RSUD Selong(For radar lombok)
Terungkap. Istri mayat yang ditemukan tewas di Kokoq Tibu Balok, Dusun Bagek Kedok, Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya saat diperlihat mayat suaminya di RSUD Selong(For radar lombok)
Advertisement

SELONG – Mayat pria tanpa identitas yang ditemukan tewas di Kokok Tibu Balok, Dusun Bagik Kedok, Desa Apitaik , Kecamatan Pringgabaya akhirnya terungkap. Mayat tersebut diketahui bernama Muh. Eko Wahyu berasal dari Desa Rusa Kencana Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Identitas mayat tersebut terungkap setelah petugas mendatangkan istri korban ke RSUD dr. Raden Soedjono Selong Sabtu (30/5) yang merupakan warga Desa Wanasaba, Kecamatan Wanasaba .Korban sendiri telah cukup lama berdomisili di desa tersebut.

” Dari keterangan istri,korban ini telah menghilang dari rumah sejak dua minggu lalu ” ungkap Kapolsek Wanasaba melalui Kanit Reskrim Ipda Zulkipli.

Sebelumnya kata dia, setelah mendengar kabar ada penemuan mayat,istri korban mendatangi Polsek setempat untuk melapor jika suaminya telah hilang dari rumah. Dia kemudian di bawa ke RSUD Selong untuk diperlihatkan mayat tersebut . Istri korban mengenal beberapa tanda di bagian fisik mayat korban. Kemudian di perkuat lagi dengan hasil perbandingan sidik jari oleh tim identifikasi Polres Lotim dengan metode IPS (Inawis fortable sistem).

” Di temukan adanya kecocokan sidik jari yg di ambil secara manual dengan data base kependudukan (E-KTP) untuk lebih memastikan bahwa itu jenazah suaminya.Dia meyakini dari bentuk tubuh, telinganya yg kecil (berbeda dari telinga orang dewasa yg normal) dan bentuk kaki dan cukuran rambutnya, Ia berkeyakinan bahwa mayat itu adalah suaminya” tutur dia..

Dari pengakuan istrinya, lanjut dia sekitar dua minggu lalu korban sempat membeli tiket untuk mudik Idul Fitri ke Sulawesi. Namun karena kondisi Covid 19 , niat untuk mudik akhirnya gagal.Dari sanalah korban prilakunya mulai berubah, suka termenung dan menjadi pendiam.

” Selama hilang keluarga sempat mencari. Tapi tidak ditemukan ” ungkapnya.Dari hasil pemeriksan awal pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Pihak keluarga menolak untuk dilakukan optopsi dan menganggap kejadian ini sebagai musibah.

“Besok pada hari minggu tgl 31 Mei 2020.Dan akan di makamkan di Desa wanasaba sesuai permintaan kluarga.Dan pihak rumah sakit akan memakamkan dengan standar Covid-19” tungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid