Tertindih Motor, Pria Renta Tewas di Ladang

MAYAT : Polsek Pringgabaya dan tim Inafis Polres Lotim dibantu warga saat mengevakuasi mayat pria lanjut usia warga Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia yang ditemukan tewas di ladang hutan produksi di Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya Minggu (6/12).

SELONG –  Warga Desa Gunung Malang Kecamatan Pringgabaya digegerkan dengan penemuan mayat pria yang sudah lanjut usia di ladang hutan produksi desa setempat, Minggu (6/12). Korban adalah Lalu Muksir (57 tahun), warga Dusun Dasar Baru Desa Sukamulia Kecamatan Sukamulia.

Mayat pertama kali ditemukan olah salah seorang warga setempat yang kebetulan ke ladang untuk menanam jagung. Mayat ditemukan dengan kondisi tertindih sepeda motor dan mengenakan helm. Kejadian ini diinformasikan ke warga dan pemerintah desa setempat, setelah itu dilaporkan aparat kepolisian.” Mayat korban ditemukan pagi hari sekitar pukul 05. 00 Wita. Ketika itu saksi pasangan suami istri akan pergi menanam jagung di ladang miliknya di kawasan hutan produksi,” terang Kapolres Lotim melalui Kasubag Humas IPTU Lalu Jaharuddin kemarin.

Warga yang pertama kali menemukan mayat kaget. Terlebih lagi posisi mayat tertindih sepeda motor menggunakan helm dan mengenakan kain  sarung bercorak hijau dibalut jas hujan warna biru.  Ketika ditemukan posisi kepalanya  menghadap timur dan sudah terbujur kaku.” Warga yang pertama kali mengetahui kejadian ini bergegas memberitahu warga lain. Selanjutnya warga memberitahu Kades setempat,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan laporan, Polsek Pringgabaya berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Lotim. Selanjutnya polisi ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengidentifikasi mayat.  Petugas kemudian membawa mayat ke Puskesmas  terdekat guna dilakukan visum. Dari hasil pemeriksaan medis, ditubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka bekas penganiayaan.” Berdasarkan hasil pemeriksaan, kuat dugaan korban meninggal beberapa saat setelah ditemukan,” lanjutnya. 

Selain melakukan pemeriksan medis, proses penyelidikan lebih lanjut yaitu meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk juga keterangan keluarga korban.  Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kondisi korban memang dalam keadaan sakit. Bahkan pihak keluarga juga sempat mengingatkan korban supaya tidak pergi berladang. Namun selalu diabaikan.” Pengakuan anaknya korban, dia pergi berladang sejak hari Rabu lalu.  Padahal kondisinya sedang sakit,” ungkap Jaharuddin.

Di dalam kantong baju korban juga ditemukan obat radang nyeri sendi. Menurut keterangan dokter obat tersebut memang tergolong obat keras. Jika terus dikonsumsi akan merusak organ tubuh terutama ginjal korban. Dari berbagai bukti, keterangan saksi termasuk hasil pemeriksaan medis, kuat dugaan korban meningal karena serangan jantung.” Barang bukti lain yang kita temukan juga berupa STNK motor yang dipakai korban. Termasuk juga tunai Rp 150 ribu pecahan  50 ribuan yang disimpan korban di dalam dompet,” tutupnya.

Pihak keluarga menolak mayat korban diotopsi. Mereka menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menganggapnya sebagai musibah.(lie)