Terseret Arus Sungai, Balita Asal Lombok Timur Tewas

Terseret Arus Sungai, Balita asal Lombok timur Tewas
SUNGAI: Dua petugas kepolisian ketika sedang melaksanakan pencarian terhadap Najwa, Balita yang terseret arus sungai sejauh sekitar 1 kilometer, dan akhirnya meninggal dunia. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Sungguh malang nasib yang dialami Najwa, bocah yang masih berusia tiga tahun, alias masih di bawah lima tahun (Balita) asal Dusun Tunjang Selatan, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini tewas, setelah pada Selasa kemarin (23/1), terseret arus sungai sejauh hampir 1 kilometer (Km).

Najwa sendiri merupakan anak nomor dua dari pasangan pernikahan M. Adi dan Fauziah. Dimana pada saat kejadian, Najwa sedang bemain dengan teman sebayanya, Rizky, tanpa pengawasan orang tuanya. Sementara lokasi rumah tak jauh dari sungai yang terletak di sebelah timur perkampungan, dengan arus sungai yang cukup deras.

Namun beberapa saat kemudian, Rizky kembali dari sungai, dan bercerita kepada salah satu warga, kalau Najwa hanyut di sungai. Warga bersangkutan segera memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga lainnya, sehingga beramai-ramai mereka pun langsung melakukan pencarian terhadap korban Najwa di sepanjang aliran sungai.

BACA JUGA :  Talud Kali Jangkuk Ampenan Kembali Ambrol

Sekitar 1 jam pencarian, tepatnya sekitar pukul 11.30 Wita, akhirnya ditemukan tubuh Najwa tersangkut di tumpukan sampah hanyut di pinggiran sungai yang sudah masuk ke wilayah Desa Padamara, Kecamatan Sukamulia. Diperkirakan Najwa hanyut terseret arus sungai sejauh hampir 1 Km.

“Najwa langsung di bawa ke Puskesmas Masbagik. Menurut pihak Puskesmas, ketika ditemukan masih ada denyut jantung, dan kemudian dilakukan perawatan secara intesif. Namun sekitar pukul 12.30 Wita, nyawa Najwa tidak terselamatkan, dan meninggal dunia,” jelas Kapolres Lotim melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP Joko Tamtomo.

Disampaikan, kalau melihat kronologis kematian Najwa, keluarga korban sendiri sudah mengikhlaskan kejadian tersebut, dan jenazahnya segera dimakamkan. “Untuk itu, masyarakat agar selalu memberikan pengawasan kepada anak-anaknya, terutama anak yang masih di bawah umur. Apalagi sekarang ini lagi musim hujan. Kita tidak menyangka air deras di sungai datang secara tiba-tiba. Sehingga sebaikna kita terus menjaga anak-anak kita,” pintanya. (cr-wan)