Tersangka Korupsi Penataan Pusuk Sembalun Segera Ditetapkan

Pusuk Sembalun
BERMASALAH : Objek wisata Pusuk Sembalun yang telah direnovasi tahun lalu. Proyek penataan kawasan ini kini diusut oleh Polres Lotim. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Penyidikan kasus dugaan korupsi proyek penataan  Pusuk Sembalun oleh Satreskrim Polres Lombok Timur akan memasuki babak baru. Setelah melalui proses penyidikan yang cukup panjang, penyidik segera melakukan penetapan tersangka.

Penetapan tersangka segara dilakukan setelah penyidik menerima hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP Kamis lalu.”Hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP telah keluar. Dan segera kita lakukan penetapan tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polres Lotim AKP Joko Tamtomo, Minggu (8/4).

Seperti janji sebelumnya, jika kerugian negara kasus ini telah keluar maka polisi segera mungkin melakukan penetapan tersangka. Penetapan tersangka akan dilakukan Minggu mendatang.

Poses penyidikan katanya sampai saat ini terus berjalan. Sejumlah item pengerjaan yang telah dilakukan di objek wisata Pusuk Sembalun diupayakan untuk dipisah. Terlebih dari beberapa item yang dikerjakan kembali  ada yang ditemukan bermasalah. Salah satunya gapura yang roboh.”Karena gapuranya roboh kembali, tentunya novum kembali bertambah. Dengan robohnya gapura tentunya akan menambah jumlah kerugian negara,” lanjutnya.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BKPK untuk menghitung nilai kerugian akibat robohnya gapura  yang menjadi salah satu item pengerjaan fisik di proyek penataan Pusuk Sembalun tersebut. Namun hal sama sekali tidak akan mengganggu proses penetapan tersangka.

“ Hasil perhitungan kerugian negara yang telah kita terima sudah cukup kuat untuk kita lakukan penetapan tersangka ‘’ sebutnya.

Proyek penataan Pusuk Sembalun ini mulai dikerjakan ditahun 2015. Anggaran pengerjaanya sekitar Rp 2,6 miliar . Dari hasil audit yang dilakukan oleh BPKP,  besaran kerugian negara sekitar Rp 300 juta.

Dalam kasus ini juga penyidik telah mengantongi dua nama yang berpeluang besar menjadi tersangka. Identitas dua calon tersangka itu sampai saat ini masih dirahasiakan oleh penyidik. Yang jelas mereka adalah orang yang memiliki peran penting ihwal  proyek tersebut.” Kalau sudah ada hasil audit yang resmi, kita bisa tentukan siapa sih yang paling berperan dalam proyek ini. Dan hasil audit resmi ini juga sebagai dasar kita melakukan penetapan tersangka ‘’ sebutnya.

Sejak kasus ini mulai ditangani sejumlah pihak telah dipanggil polisi mulai dari tahap penyelidikan hingga penyidikan. Diantaranya mantan Kadispar Lotim yang  kini menjabat sebagai Asisten III Khaeril Anwar.(lie)