Tersangka Kasus SDN 7 Terara Segera Ditetapkan

SELONG—Penyidikan kasus SDN 7 Terara di Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong sudah mulai mengerucut. Dalam waktu dekat, pihak kejaksaan akan segara menetapkan tersangka dalam kasus pembangunan gedung sekolah yang dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015 dengan anggaran Rp 700 juta lebih tersebut.

Sebelumnya, kejaksaan telah turun melakukan cek fisik dengan mendatangi sekolah itu. Kedatangan penyidik dengan melibatkan tim ahli yang memiliki kompetensi dalam konstruksi bangunan itu adalah untuk mengecek semua fisik bangunan sekolah. Mulai dari pondasi, struktur bangunan dan sejumlah item-item lainnya.

Kasi Pidsus Kejari Selong, Iwan Gustiawan mengaku, sejak kasus ini ditingkatkan ke penyidikan, maka kejaksaan telah memeriksa sejumlah saksi. Diantaranya Kadis Dikpora, Mahsin, pihak sekolah, bahkan Wakil Ketua DPRD setempat, Ridwan Bajeri.

Dipastikan dari semua yang telah diperiksa itu, tak dipungkiri diantara  mereka ini akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Jumlahnya bisa lebih dari satu, dua maupun tiga orang.  “Dari sekian saksi yang kita periksa, satu, dua, dan beberapa yang kita periksa akan kita tetapkan tersangka,” ungkapnya.

Dikatakan, hasil cek fisik oleh tim ahli nantinya akan memperkuat dugaan penyimpangan dan tindak pidana korupsi pembangunan sekolah itu. Jika hasil cek fisik itu secepatnya diserahkan tim ahli, pihaknya akan secepatanya menyimpulkan pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan ditargetkan sebelum akhir puasa kemarin sudah ada tersangka yang ditetapkan. Namun karena keterbatasan waktu, maka hal itu belum bisa dilakukan. “Ini yang akan kita buktikan, sampai prosesnya di pengadilan,” ungkap Iwan.

Hasil investigasi dilapangan lanjutnya, penilaian sementara diakui memang pembangunan SDN 7 Terara syarat dengan masalah. Meski keberadaan sekolah itu sudah bisa difungsikan. Namun jika dilihat dari strkutur bangunan, secara kasat mata terlihat pengerjaannya sangat tidak sesuai dengan spek. Dimana sejumlah item fisik bangunan banyak yang retak.

Pengerjaan sekolah itu tentu tidak sesuai dengan besar anggaran yang digelontorkan. Namun untuk memastikan semua itu, ia pun menyerahkan sepenuhnya ke tim ahli yang memiliki kompetensi dalam masalah ini. “Kita percayakan ke tim ahli. Tapi secara awam, bangunan ini bermasalah,” pungkasnya. (lie)