Terpapar Covid, Perawat RSUD Praya Meninggal

NAKES: Inilah para nakes yang selama ini bertarung melawan Covid-19. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Pandemi Covid-19 kembali merenggut nyawa tenaga kesehatan di Lombok Tengah. Salah seorang perawat bernama Rusmiati, warga Jalan Akasia No. 11 Perumnas Tampar Ampar Kecamatan Praya Tengah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Provinsi NTB dan dinyatakan positif Covid-19.

Hal ini dibenarkan Humas Satgas Covid-19 RSUD Praya, dr Yudha Permana, bahwa almarhumah merupakan kepala ruangan di RSUD Praya. Dia mulai menjalani isolasi pada 19 Agustus setelah didiagnosa utama terkonfirmasi positif Covid-19. Selanjutnya almarhumah dinyatakan meninggal pada 21 Agustus sekitar pukul 19.30 Wita. “Ini gugurnya nakes yang ketiga di Lombok Tengah dan di RSUD Praya ini yang kedua. Karena pertama juga seorang perawat dan ini juga seorang perawat. Kami juga apresiasi dari pemerintah karena menyiapkan beberapa hal, termasuk santunan kematian bagi ahli waris dengan jumlah yang cukup besar hingga Rp 300 juta,” ungkap dr Yudha Permana, Minggu (22/8).

BACA JUGA :  Panjar Rp 2 Miliar, Jika Hilang Uang Melayang

Kata Yudha, pihak RSUD Praya merasa kehilangan dan terpukul hingga sempat tidak percaya dengan musibah tersebut. Tapi dengan musibah itu, mereka menyadari bahwa risiko berat ditanggung sebagai nakes di era pandemi ini. Semua ini harus diantisipasi dengan maksimal, terlebih mereka berhadapan langsung dengan pandemi ini. “Ini sebagai pembelajaran agar kami terhindar dari paparan dan risiko yang luar biasa hingga risiko terbesar adalah kematian. Karena kami berkecimpung langsung dalam merawat pasien-pasien Covid-19. Makanya kami harus berhati-hati lagi dalam rangka menghindari risiko paparan,” terangnya.

BACA JUGA :  Kepala SD Dipaksa Beli Buku Rongsokan

Yudha menegaskan, kedepan pihaknya bersama nakes lain akan terus memperketat pemakaian alat pelindung diri (APD) yang baik dan benar. Langkah itu sebagai ikhtiar terbaik dalam rangka menghindari paparan virus Covid-19 dari pasien yang mereka rawat selama ini. “Kami mewalili Satgas Covid-19 RSUD Praya dan perhimpunan organisasi Ikatan Dokter Indonesia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya nakes yakni perwawat kami. Mereka adalah perawat terbaik kami,” ucapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi perhatian dari pemerintah, karena selain santunan kematian tapi perhatian bagi nakes juga cukup banyak seperti insentif nakes hingga pemberian vaksin moderna yang dilakukan saat ini. “Ini bukti apresiasi pemerintah kepada nakes terutama yang  berkecimpung langsung dalam perawatan pasien-pasien Covid-19,’’ tandasnya. (met)