Terlilit Utang, Pria Ini Nekat Jambret Kalung Bocah SD

Nekat Jambret Kalung Bocah SD
DITANGKAP: Erwin tampak tertunduk malu karena perbuatannya yang telah menjambret kalung anak SD. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pria berambut gondrong itu terlihat tertunduk malu menyesali perbuatanya. Pria bernama Erwin, 34, tahun warga Dusun Subhanala Desa Peresak Kecamatan Batukliang, itu terpaksa mendekam di balik jeruji besi. Ia diamankan karena telah menjabret kalung salah seorang bocah di jalan Dusun Lendang Telaga Desa Wajageseng Kecamatan Kopang. Erwin diamankan berdsarkan LP/05/II/2018/NTB/Res Loteng/Sek Kopang pada 28/2 lalu.

Did epan petugas, pria yang sehari-hari berofesi sebagai petani itu mengku, kalau dirinya terpaksa menjambret karena terlilit utang. Juga uang haram hasil rampasannya itu digunakan untuk memenuhi kebetuhan sehari-harinya. Erwin mengaku baru pertama kali menjambret. “Saya terpaksa menjambret karena saya butuh uang untuk membayar utang dan kebutuhan hidup,” tutur Erwin saat diintrogasi penyidik Polsek Kopang, Sabtu lalu (3/3).

Kapolsek Kopang Kompol Murbaiyono menambahkan, pengungkapan pelaku berawal dari kejadian pada Senin (26/2) sekitar pukul 14.20 Wita. Korban Wina Afrilia, 11 tahun, pelajar kelas 5 SD  menceritakan kepada orang tuanya, bahwa kalung emas sekitar 7 gram yang dipakainya dirampas seseorang yang dia tidak kenal saat hendak pulang sekolah.

Namun, korban bersama temannya mengenal ciri-ciri pelaku. Sehingga pihak keluarga langsung melaporkan terhadap aparat kepolisian sembari mencari tahu pelaku di sekitar TKP. Selang beberapa hari, yakni Jumat sekitar pukul 12.30 Wita, keluarga koban melintas di Dusun/Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara. Secara tak sengaja mereka melihat pria yang sedang duduk sendiri di deket taman SMPN 3 BKU. Ciri-ciri orang itu sama persis seperti yang diceritakan korban.

Melihat hal itu, keluarga korban menghubungi orang tua korban untuk memastikan, apakah korban masih menanda pelaku. Pihak korban yang mendapatkan informasi itu, sekitar pukul 13.00 Wita bersama anaknya serta membawa dua temannya sebagai saksi langsung mencarinya. Setelah tiba di tempat orang terduga pelaku, keluarga korban dari arah jauh bertanya terhadap korban ‘’apakah ini orangnya yang mengambil kalungmu?’’. 

Kemudian korban bersama para saksi menjawab, ‘’iya, ini orang yang merampas kalungku pak’’.  Setelah memastikan pelaku, keluarga korban bersama warga dan aparat setempat mengamankan pelaku. “Sebelum kami bawa ke kantor, kami juga telah bertanya kepada pelaku. Hasilnya dia juga mengakui perbuatannya,” ungkap Murbaiyono saat ditemuai di ruangan kerjanya.

Ia menambahkan, pelaku mengincar sasaran perempuan yang mengendarai motor atau membawa tas atau memakai perhiasan yang memang sangat mencolok. Terutama yang paling menjadi proritas korbanya adalah kalangan pelajar. Sehingga pihaknya selalu menekankan terhadap warga jangan memakai perhiasan saat berkendara. Apalagi, aktivitas masyarakat yang cukup tinggi pada bulan ini kedepannya, tentunya sangat akan memancing pelaku kriminal semakin merajalela. Selain itu, yang memancing mereka melakukan kejahatan, karena pengendara memakai perhiasan atau membawa barang mewah. “Makanya saya tekankan bila ada terjadi secepatnya melapor pada petugas terdekat. Tidak hanya itu, kami minta masyarakat juga berperan,” imbuhnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut