Terlibat Sindikat Curanmor, Siswa SMA Ditangkap

CURANMOR: Tiga pelaku sindikat Curanmor yang berhasil ditangkap Polres Lotim, salah satunya berstatus pelajar (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Jaringan sindikat pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kembali dibongkar pihak kepolisian. Setelah sebelumnya berhasil menangkap dua pelakunya, kali ini petugas kembali meringkus satu pelaku yang diduga kuat masih satu komplotan dengan pelaku sebelumnya. Pelaku terakhir ini diketahui berinisial IA, 17 tahun, warga Teros, Kelurahan Tanjung, Labuan Haji, yang ternyata masih berstatus siswa di salah satu SMA di Selong.

Penangkapan pelajar ini berdasarkan pengembangan dari dua pelaku sebelumnya. Dimana dari keterangan dua rekannya, nama IA disebut-sebut ikut terlibat jaringan Curanmor antar kabupaten ini. Petugas pun langsung bergerak melakukan pengejaran pelaku. IA akhirnya berhasil dibekuk petugas di Sekitaran Teros, Sabtu lalu (5/11). “Pelaku ini kita tangkap tanpa perlawanan,” ungkap Kapolres Lotim melalui Kasatreskrim Polres Lotim, AKP Wendi Oktarianysah.

Dikatakan, sindikat ini terbongkar setelah ada laporan masyarakat yang mencurigai keberadaan motor yang tidak memiliki kelengkapan, baik STNK dan lainnya. Dari sana, polisi melakukan penelusuran, yang kemudian berhasil menangkap dua rekan pelaku ini bebepara waktu lalu. Dari dua rekannya itu, petugas melakukan pengembangan dan kembali menangkap satu pelaku yang statusnya masih pelajar. “Sebagian besar aksi kejahatanya dilakukan di Lotim,” katanya.

Dari hasil penyidikan, sindikat ini bahkan telah melakukan pencurian motor di 28 lokasi berbeda di Lotim. Di semua TKP itu, pelaku berhasil mencuri motor sekitar 20 unit. Namun untuk sementara ini, baru 9 motor saja yang berhasil diamankan dari tangan mereka. “Mereka ini sudah menjadi target kita. Barang bukti lainnya masih kita cari,” lanjut Wendi.

Sejumlah motor hasil curian, dijual pelaku di wilayah Loteng. Harga penjualan bervariasi, tergantung kondisi dan jenis motor itu sendiri. Mulai dari harga Rp. 500 ribu sampai jutaan. “Motor dari Lotim dijual ke Loteng, dari Loteng di bawa ke Lotim. Pelaku saling terhubung dengan di Loteng,” sebut Wendi.

Setelah penangkapan, IA pun langsung dibawa ke Polres Lotim untuk diproses lebih lanjut, dengan dua tersangka yang sebelumnya telah dipenjara. Kini polisi terus melakukan pengembangan, untuk menelusuri sejumlah keberadan motor hasil curian mereka. “Pelaku kita amankan di Polres untuk pengembangan lebih lanjut,” tutupnya.

Saat itu pelaku IA mengaku kalau dirinya masih berstatus pelajar. Namun dia jarang masuk sekolah, bahkan kini nyaris akan dipecat. Aksi nekat itu dilakukan dengan dalih diajak oleh salah satu pelaku yang menjadi otak sindikat ini. Aksi curanmor pertama kali dilakukan semenjak puasa lalu. Dirinya tidak mengetahui jika diajak akan mencuri motor. “Tau-tau saya diajak nyuri motor,” terangnya.

Disini, dia hanya berperan sebagai joki. Sementara rekannya itulah yang bertugas mengambil motor. Jika aksi mereka berhasil, motor itu kemudian diserahkan kepada dua pelaku tersebut. Mereka yang menjualnya, kemudian hasilnya mereka bagi. “Terakhir saya melakukan aksi, minggu lalu di Pantai Ketapang,” pungkasnya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid