Terkendala Panel, Pembangunan Risha Molor

Rumah instan sederhana sehat (Dok Kementerian PUPR)
Rumah instan sederhana sehat (Dok Kementerian PUPR)

MATARAM—Pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risha) untuk korban gempa masih terkendala. Kendala ini dirasakan khusus untuk pembangunan Risha di Lingkungan Pengempel Indah, Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Meski sudah mulai dibangun dua pekan lalu, belum ada Risha yang pembangunannya sudah diselesaikan. Sedangkan saat sosialisasi digelar oleh pendamping dan perwakilan kementerian, proses pembangunan Risha hanya memakan waktu satu minggu. Nyatanya, hingga saat ini belum satupun Risha yang sudah selesai pembangunannya dan ditempati warga.

Camat Sandubaya, Lalu Samsul Adnan mengatakan, saat ini baru berdiri tiga panel Risha. Kemudian akan dilanjutkan dengan menambah dua panel lainnya. Warga pun sudah menyiapkan pondasi.

Ia juga memahami dengan keadaan ini lantaran  warga bisa tinggal lebih lama lagi di pengungsian. Untuk itu, ia meminta dilakukan terobosan kebijakan. Dengan begitu, percepatan penarikan dana bisa dilakukan sebagai modal untuk membuat panel.

‘’Semoga minggu depan sudah tidak ada kendala lagi,’’ ujarnya Rabu kemarin (17/10).

Di Sandubaya kata dia, ada 22 kelompok masyarakat (Pokmas). Mereka terbagi untuk dibuatkan Risha dan Rumah Instan Konvensional (Riko). Untuk pembangunan Riko, warga belum mempunyai modal awal untuk membuat pondasi. Padahal kerja sama sudah dilakukan bersama Kadin, tapi hasilnya tidak berjalan mulus. Toko bangunan yang ditunjuk Kadin, jelasnya, tidak ingin lama-lama dihutang oleh warga.

‘’Ini mungkin dalam rapat evaluasi mingguan bisa menjadi perhatian untuk mencari tempat belanja untuk sistem hutang itu. Karena setelah belanja baru bisa dicairkan. Itu juga jadi kendalanya,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Bertais, Lalu Muksan Jalaludin juga mengakui pembangunan Risha terkendala karena kekurangan panel. Sedangkan lainnya sudah tidak ada masalah.

‘’Sempat bermasalah di pendistribusian panelnya saja,’’ katanya.

Selain itu, sistem pencairan untuk Pokmas juga sempat bermasalah. Karena beberapa lampiran yang dikumpulkan tidak sesuai. Sehingga harus mencari nama yang sama. ‘’Sekarang sudah disederhanakan cukup dengan satu lembar itu. Jadi sekarang sudah tidak ada masalah,’’ terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, H Kemal Islam mengatakan, pihaknya terus berupaya agar pembangunan Risha dan Riko berjalan dengan lancar. Pendamping Pokmas juga diharapkan tetap siaga mendampingi warga sebagai penerima bantuan. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut