Akan Terbitkan Buku TI

Putra Wanda (kiri)

MATARAM–Berbagai prestasi yang telah diraih Putra Wanda, masih terbersit dalam pikirannya untuk mewujudkan satu keinginan lagi. Sebuah mimpi menerbitkan buku tentang Tekhnologi Informasi (TI) yang bisa digunakan di NTB dan Indonesia.

Selama ini, berbagai tulisan yang segar dan gagasan menakjubkan hanya sebagai materi workshop saja. Mengingat, Wanda sering menjadi pembicara dalam seminar-seminar nasional maupun internasional.

Untuk bisa merubahnya menjadi buku, haruslah diupdate terlebih dahulu. Sehingga akan mampu sebagai buku pengantar untuk jurusan komputer di Indonesia. “Tahun ini, saya ingin menerbitkan Buku Teknologi Informasi. Sebagai buku pengantar untuk jurusan Komputer. Harapannya bisa digunakan di seluruh Indonesia,” ucapnya.

Di tengah kesibukan yang bejibun, Wanda memang ingin mengajarkan masyarakat Indonesia tentang komputer, dengan bahasa dan metode segar. Artinya, sebuah buku panduan yang bisa membuat orang yang membacanya mudah mengerti.

Bagi seorang Wanda, kuliah S3 merupakan kuliah yang berbasis pada penelitian. Hasil penelitian itulah yang bisa menjadi materi menarik jika dibukukan. Saat-saat ini juga, dirinya lebih banyak banyak berada di laboratorium. “Selain itu ya, melakukan kunjungan ke lapangan,” katanya.

[postingan number=3 tag=”features”]

Kuliah di Harbin University of Science & Tech, China, membuatnya sangat nyaman menuntut ilmu. Semua mahasiswa internasional tinggal di Apartment milik Universitas yang memiliki fasilitas sangat lengkap. Meskipun begitu, ia tidak ingin terjerat menjadi orang hedonis yang melupakan kampung halaman sendiri.

Selagi muda, ia ingin emndapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya. Itulah yang membuat Wanda termotivasi melakukan banyak hal. Misalnya kunjungan rutin ke beberapa Enterprise, Konferensi, Meeting tahunan mahasiswa CSC, Meeting PPI Tiongkok hingga International Party dan Ice Skiting.

Tak dilupakan juga untuk terus berkontribusi terhadap negaranya. Salah satu jalan yang digunakan melalui memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa luar negeri. “Kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam 1 minggu. Peserta berasal dari Negara-negara Arab, USA, Korea, China dan lain-lain. Kegiatan ini juga untuk mendukung promosi pariwisata Indonesia,” sebutnya.

Di sisi lain, sebagai penerima CSC Full Scholarship, Wanda harus belajar extra. Ia sendiri memiliki target bisa menyelesaikan kuliah S3 awal 2020. “Sekarang saya masih berstatus sebagai PhD Candidate dan harus melalukan publikasi di International Journal jika ingin menyelesaikan pendidikan S3,” ujarnya.

Setelah S3, Wanda memiliki rencana untuk kembali ke Indonesia dan menjalankan beberapa kegiatan mengajar di Kampus Indonesia. Hal itu sudah menjadi rencana hidupnya untuk membagikan ilmu dan penyebarluasan riset, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

selain itu, pemuda yang belum memikirkan pernikahan ini ingin menjalankan profesi sebagai konsultan IT bagi multinational company dan goverment. “Itu seperti yang saya jalankan sebelumnya,” ucap Wanda. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid