Terapkan FDS, Konsumsi Siswa Diantar Orangtua

Safrudin
Safrudin (Irwan/Radar Lombok)

SELONG–Minggu kedua  penerapan full day school (FDS) di SMPN 1Selong berjalan lancar. Bahkan, orangtua siswa setiap hari mengantarkan makanan yang akan di konsumsi di sekolah.

Kepala SMPN 1 Selong, Safrudin mengatakan, hingga minggu kedua FDS belum ada kendala. Bahkan, sejak diterapkan semua siswa lebih antusias dengan penerapan sistem ini yang di berlakukan.

“Dari sejak pertama kali ini diterapkan belum terdapat kendala. Dan untuk konsumsi siswa, orangtua yang mengantarkan ke sekolah pada saat jam keluar main,” katanya kepada Radar Lombok, Kamis (24/8).

Berjalannya Full Day School tidak lepas dari sosialisasi yang dilakukan oleh sekolah. Dimana pada saat sosialisasi sekolah memberikan pengertian kepada wali murid jika hal ini merupakan baru kali pertama dilakukan oleh sekolah tersebut. Praktis, banyak kendala yang akan dihadapi selama penerpannya.

Dengan adanya sosialisasi ini sambungnya, para orang tua siswa sudah mengerti dengan kondisi tersebut. Tidak hanya mengerti, sekolah juga dengan terbuka menerima masukan dari orang tua jika ada kegiatan- kegiatan yang diperkirakan akan mengganggu aturan baru tersebut. “Kalau kiranya selama penerapan ini ada yang kurang tepat dilakukan, sekolah akan melakukan perubahan terhadap aturan yang dinilai kurang pas,” jelasnya.

Dikatakannya, penerapan FDS ini hanya akan dilakukan selama satu semester. Dimana dalam satu semester ini sekolah akan melakukan pengkajian dimana letak-letak kesalahan dan kekurangan sistem yang diterapkan tersebut.

Penerapan FDS, jelasnya, tidak berbeda dengan sistem yang biasa digunakan oleh sekolah lain. Hanya saja, mata pelajaran pada Hari Sabtu digeser ke jam terakhir setelah jam istrahat atau jam ke delapan. “Semua mata pelajaran yang ada pada hari Sabtu kita geser ke jam terakhir sebelum dilakukan kegiatan lain dilaksanakan,” jelasnya.

Setelah jam kedelapan selesai sebutnya, sekolah memulai kegiatan- kegiatan lain seperti ekstarkurikuler dan kegiatan yang menunjang pendidikan karakter. “Sebelum FDS kita terapkan, anak-anak sudah biasa berada di sekolah mulai pukul 15.00 hingga pukul 17.00 Wita untuk mengikuti ekstrakurilikuler. Namun saat ini anak-anak pulang setelah selesai solat Ashar,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu siswa kelas VIII SMPN 1 Selong, Muhammad Zul Padli mengaku, lebih baik sistem FDS diterapkan ketimbang sekolah seperti biasa. Pasalnya, dengan FDS siswa tidak akan dibebani pekerjaan rumah (PR) oleh guru. (cr-wan)