Tepis Tudingan Lamban, Polisi Tetap Buru Sembilan Perampok Sekaroh

Brigjen Pol Firli
Brigjen Pol Firli (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Paska lebaran Idul Fitri 1438 H, Polda NTB memastikan tetap melakukan pengejaran terhadap 9 dari 13 orang pelaku perampokan sadis yang menewaskan Lalu Huriadi alias Amaq Jon di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru Lombok Timur (Lotim).

Saat ini kepolisian masih terus melakukan pengejaran. “Sisa sembilan orang yang belum tertangkap itu masih kita kejar. Identitasnya sudah kita kantongi semua,” ujar Kapolda NTB, Brigjen Pol Firli, saat dikonfirmasi di Mapolda, Minggu kemarin (2/7).

Selain itu, dipastikan juga bahwa posisi atau keberadaan dari sembilan orang tersebut sudah diketahui. Sedikit diurainya, tiga orang kawanan perampok sadis itu disebutnya saat ini berada di wilayah pulau Sumbawa. Sedangkan tujuh lainnya kata mantan Wakapolda Banten ini berada di luar kota.

Baca Juga :  Pulang Tarawih, Ismail Dibacok Begal

Dari informasi yang diperoleh koran ini. Beberapa diantara pelaku juga disebut-sebut melarikan diri ke Pulau Kalimantan. “Itu posisinya mereka saat ini, dan saya yakin pasti mereka akan kembali. Kalau yang seperti itu, pasti kita akan dapat,” yakinnya.

Sebelumnya, kepolisian telah menangkap empat orang anggota komplotan perampok sadis ini. Dua orang pelaku tertangkap di Lombok Timur dan Lombok Tengah, yaitu Gaib Asman dan Kejus alias Amaq Ewiq. Dua lagi tertangkap di Bali Amaq Sidi dan Amaq Sukri.

Keempat pelaku ini memiliki peran masing-masing. Tersangka Amaq Ewik yang melakukan pembacokan kepada korban yang mengenai tangan. Selain itu, ada juga ada juga yang membacok leher dan dada korban.

Kesempatan itu, Kapolda juga menepis anggapan kepada jajarannya yang dituding lamban dalam menangkap sembilan orang pelaku tersebut. Ia menganalogikan, memang agak sulit menangkap seorang pelaku yang keberadaannya selalu berpindah-pindah. “Bukan begitu, jangankan mencari dan menagkap orang. Kita mencari jarum yang tidak bergerak saja susah. Seperti jarum kita cari ditumpukan jerami itu susah karena tidak bergerak. Susah kita menemukannya. Apalagi ini Sembilan orang, dimana tiga lari ke Sumbawa. Di Sumbawa kan ada sepuluh kecamatan, ditambah wilayah hutan dan gunungnya yang luas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tahanan Polsek Gunungsari Kabur, Petugas Piket Diperiksa Polda

Meski mengakui tidak gampang untuk menangkap Sembilan pelaku sadis yang belum tertangkap ini. dia tetap optimis sisa pelaku ini bisa ditangkap seluruhnya oleh tim khusus (Timsus) yang dibentuk oleh kepolisian. “Memang tidak gampang. Tapi saya yakin sisanya pasti akan tertangkap,” tandasnya. (gal)