Di Tengah Kesibukan H.Najmul Akyar Menjadi Bupati KLU

Di tengah kesibukan yang begitu padat, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), DR. H. Najmul Akhyar, SH., MH tetap menyempatkan diri menjalankan tugasnya sebagai orang tua dari keempat anaknya.

 


ZULKIFLI-TANJUNG


 

SEPERTI yang ditunjukkan bupati melalui akun facebook pribadinya “Najmul Akhyar”, Senin pagi (18/7), saat mengantarkan anaknya Bunga Mujahida Umami, yang kini berusia enam tahun untuk bersekolah di SD Islam Hidayaturrahman NW Menggala, tepat di seberang jalan kediaman bupati.

Sontak delapan foto yang diunggah Najmul ini pun mendapatkan apresiasi dari publik. Bahkan apresiasi dan doa tidak hanya diberikan oleh pemilik akun dari warga KLU saja, melainkan juga banyak dari Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, dan kabupaten kota lainnya di NTB. Postingan ini pun hingga petang kemarin dikomentari 98 kali khusus di akun “Najmul Akhyar”, kemudian postingan ini juga dibagikan 46 kali dengan 707 like.

Pada postingan yang dibagikan Warga Lombok Barat, Afifudin Adnan sendiri, sempat Anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTB, Wilgo Zainar berkomentar dengan nada memuji. “Luar biasa pak Bupati KLU. Salut & kagum,” ujar Ketua DPD Partai Gerindra NTB tersebut dalam komentarnya.

Sementara itu, Najmul yang ditemui terpisah menerangkan, apa yang dilakukannya merupakan salah satu bentuk perhatian terhadap anak sekaligus merupakan bentuk perhatian terhadap pendidikan. “Apa yang saya lakukan adalah bentuk perhatian kami sebagai orang tua manakala pemerintah pun menghimbau dan menyarankan agar para orang tua mengantar anak-anak mereka ke sekolah pada hari pertama sekolah,” ujar Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Regional Bali Nusa Tenggara ini.

Menurutnya, peran orang tua memang sangat penting dalam mensukseskan anaknya. Hal tersebut bisa dilakukan manakala keberadaan orang tua jangan hanya menyerahkan tanggung jawab untuk mendidik anaknya kepada guru saja, akan tetapi orang tua harus lebih terlibat aktif dalam pendidikan anak. Orang tua tidak hanya menjadi penonton di luar pagar, tapi masuk ke gelanggang untuk bersama-sama mendidik anak. Pendidikan anak bukan hanya milik sekolah, tapi juga milik orang tua. Keterlibatan orang tua diwujudkan sejak hari pertama masuk sekolah. “Hari pertama masuk sekolah merupakan tonggak sejarah bagi perkembangan anak. Komunikasi dengan guru, wali kelas dan kepala sekolah, ini akan menciptakan ekosistem pendidikan. Orang tua dan pihak sekolah menjadi mitra bagi pendidikan anak,” jelasnya.

Bupati mengimbau bahwa apa yang dilakukannya itu dapat diikuti oleh masyarakat lainnya. Di mana seluruh orang tua/wali agar membangun kebersamaan dalam menciptakan suasana pendidikan yang harmonis, sehingga kedepan dengan kepedulian ini KLU semakin lebih baik. (**)