Tender Proyek Jalan Ditargetkan Tuntas Maret

Lalu Rahardian (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYADinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Tengah berencana mengerjakan sekitar 80 km ruas jalan tahun ini. Jalan-jalan tersebut dikerjakan dari berbagai sumber, mulai dari anggaran Rp 200 miliar yang merupakan pinjaman melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) hingga dana alokasi khusus (DAK).

Agar proyek tersebut bisa dikerjakan lebih cepat, maka pihak dinas sedang mempercepat proses usulan tender. Proses tender ini diharapkan bisa selesai pada Maret mendatang meski banyak kendala. Hal ini juga untuk mengantisipasi pengerjaan proyek dengan anggaran besar ini bisa dipersiapkan maksimal dan tidak ada permasalahan.

Kepala Dinas PUPR Lombok Tengah, Lalu Rahardian berharap, usulan tender sudah bisa dilakukan mulai bulan Januari ini. Tapi karena ruas yang dikerjakan ini jumlahnya banyak dan dana besar, maka persiapan untuk tender juga harus dilakukan dengan matang. Namun pihaknya berharap proses tender ini bisa dilakukan secepatnya. “Bahkan keinginan kami Maret itu sudah selesai tender dan fisik, meski tidak bisa kita pungkiri kalau lelang ini ada saja kendala. Makanya sekarang kita sudah siapkan dokumen dan SK untuk pejabat pembuat komitmen (PPK). SK pelaksana kegiatan sudah kita tetapkan dua minggu lalu dan  perencanaan sudah ditambah dan lain sebagainya,” ungkap Lalu Rahardian kepada Radar Lombok, Minggu (30/1).

BACA JUGA :  Dua Komplotan Pelaku Curat dan Curanmor Diborgol

Rahardian juga menyebutkan, dana PEN untuk tahun 2022 ini saja total semua jalan yang akan dilakukan perbaikan sekitar 31 ruas dengan panjang sekitar 62,9 km dan satu jembatan Desa Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara. Dana yang akan digelontorkan ini sekitar Rp 1,9 miliar sampai  2,5 miliar per kilo meter. “Karena ini paket lengkap, tidak hanya jalan saja tapi ada talud dan rabat bawah,’’ tambahnya.

Sementara untuk jalan yang akan dikerjakan dari DAK sekitar 15 sampai 20 km, semua paket baik yang sumber anggarannya dari PEN dan DAK akan dilakukan tender secara bersamaan. Sehingga dengan banyaknya ruas jalan yang mereka perbaiki, pihaknya memastikan bahwa jumlah jalan mantap di daerah tersebut sudah mencapai 80 persen. “Tahun 2022 jalan mantap kita sekitar 65,42 persen. Jika kita hitung dengan jalan yang kita perbaiki tahun 2021 lalu dan rencana tahun ini, maka kita pastikan hampir 80 persen jalan di kabupaten sudah menjadi jalan mantap atau bagus,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kades di Loteng Tolak Keras DD Digunakan Tangani PMK

Banyaknya jalan yang masih rusak karena berbagai permasalahan. Seperti kondisi tanah di daerah tersebut yang kebanyakan tanah labil dan banyak jalan dilewati kendaraan besar pengangkut material. Semua ini juga tidak terlepas dari banyaknya proyek fisik yang sedang dikerjakan, terutama di wilayah selatan. “Kalau kita lihat proyek besar yang mengangkut material juga banyak menyebabkan kerusakan jalan dan sebelumnya jarang dengan paket lengkap untuk satu proyek, makanya tidak kunjung tuntas dan kondisi tanah labil. Sekarang banyak pembangunan di wilayah selatan, ini juga akan berpotensi membuat kerusakan lagi. Tapi kalau kita tidak mulai perbaikan, maka kapan lagi,” tegasnya. (met)