Tenaga Medis Covid-19 Disiapkan Insentif

Marjito (Faisal Haris/radarlombok.co.id)
Marjito (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM– Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB akan memberikan  insentif bagi tenaga medis yang telah menjadi garda terdepan melawan pendemi Covid-19 di NTB.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Marjito. “Kita anggaran juga dari dana daerah insentif bagi tenaga medis, dengan besaran insentif bagi dokter Rp 3 juta, umum Rp 2 juta dan perawatan Rp 1 juta,” ungkapnya saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPRD NTB.

Marjito  mengatakan, pemberian insentif kepada tenaga medis nantinya akan dianggarkan melalui n APBD NTB diluar anggaran yang selama ini sudah digunakan untuk oprasional dan logistik. “Dinkes sendiri sudah anggarkan dana kebutuhan logistik juga alat sosialisasi sebesar Rp 2,6 Miliar, sehingga tidak masuk dalam perhitungan anggaran untuk insentif. Kami masih perlu menghitung-hitung dulu berapa anggaran yang kami rencanakan khusus untuk insentif para tenaga medis, ini sedang kita persiapkan sesuai dengan kemampuan daerah. Dan semoga ini capat keluar SK nya agar semuanya bisa cepat kelir,”kelitnya

Dalam kesempatan itu juga, Marjito menyampaikan terkait dengan rumah transit bagi tenaga medis yang  saat ini hanya dimiliki oleh RSUD Provinsi NTB. Sementara di rumah sakit lain belum mada. Sehingga Dinkes Provinsi NTB punya inisiatif kagar rumah sakit yang ada di kabupaten/kota menyiapkan rumah transit bagi tenaga kesehatan. “Tentu disini harus disiapkan rumah-rumah dinas yang mungkin kurang dimaksimalkan bisa digunakan untuk tempat istirahat bagi tenaga medis,”ucapnya.

Anggota Komisi V DPRD NTB, HL Budi Suryata mengusulkan agar rumah transit bisa disiapkan di empat rumah sakit rujukan Covid-19 sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi. “Coba diperioritaskan saja untuk rumah transit di empat rumah sakit Covid-19 supaya tidak ribet. Menurut saya ini segera dilakukan,”tegasnya.

Ketua Komisi V DPRD NTB, TGH Mahally Fikri meminta  agar jajaran Pemprov NTB tidak ragu dalam membuat rencana sosiliasi penanganan Covid-19. Hal ini, lantaran masih banyak masyarakat yang belum paham akan bahaya virus ini. “Kita harapkan agar lebih gencar lagi melakukan sosialisasi Covid-19, dengan melibatkan semua komponen masyarakat, baik pelajar, mahasiswa. Bahkan tokoh masyarakat yang sangat mungkin didengarkan oleh masayarakat untuk diajak ikut sosialisasikan masalah Covid-19,”ungkapnya. (sal)