Pada saat gempa di KLU, meskipun menjadi korban juga, para tenaga kesehatan tetap masuk bekerja memberikan pelayanan kesehatan.” Tugas perawat memberikan pertolongan kepada para korban, tidak memikirkan diri sendiri yang juga menjadi korban,” ujarnya.

Ia mengaku menerima tuntutan dari para perawat terutama mereka yang tergabung dalam PPNI Lombok Barat. Tuntutan para anggota sudah disampaikan ke DPW PPNI NTB  yang selanjutnya diteruskan ke DPP.

Di Lombok Barat terdapat sekitar 535 perawat yang tergabung dalam PPNI Lobar sesuai data tahun 2015. Mereka tersebar di dua rumah sakit dan 19 Puskesmas. Saat musibah terjadi semua perawat diterjunkan untuk memberikan pertolongan.

Sementara itu Ketua DPW PPNI NTB H. Muhir mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan PPNI pusat agar tenaga perawat mendapatkan perhatian dari Kementerian Kesehatan.” DPW PPNI NTB sedang berusaha mendorong Kemenkes bisa memberikan tunjangan kepada perawat yang menjadi korban,” terang Muhir.(ami)