Temukan Instalasi Asap Cair, Hingga Mesin Pembakar Sate

MESIN BERMANFAAT: Khairul Ihwan, Guru SMKN 1 Selong, menunjukkan berbagai mesin buatannya, yang bermanfaat dan memiliki kegunaan masing-masing (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Beberapa orang memang dianugerahi Tuhan dengan kecerdasan, yang dengan kepintarannya itu kemudian berhasil menemukan alat (mesin) yang sangat bermanfaat, dan bisa membantu pekerjaan orang lain. M Khairul Ihwan, adalah salah satunya.


JANWARI IRWAN – LOTIM


SEJUMLAH mesin tampak berderet di halaman pekarangan rumah milik M Khairul Ihwan. Kalau dilihat, mesin-mesin itu beraneka ragam bentuk maupun ukurannya. Ya, mesin-mesin ini adalah hasil buatan M Khairul Ihwan, Guru SMKN 1 Selong. “Idenya dari saya. Teman-teman yang nantinya membantu mengerjakan,” katanya Selasa kemarin (28/3).

Sejenak, Khairul Ihwan yang saat itu sedang duduk di Berugak bersama dengan kedua tamunya. Berdiri dan menyambut kedatangan wartawan, dan mendampingi melihat-lihat berbagai mesin berteknologi hasil kreasinya. “Tunggu sebentar ya,” pinta Khairul Ihwan pada kedua orang tamunya tersebut.

[postingan number=3 tag=”features”]

“Itu ada orang pesan mesin penggiling jagung,” tuturnya seraya menunjukkan mesin dimaksud.

Di kalangan para petani, peternak, hingga pengusaha industri rumah tangga, nama Khairul Ihwan sendiri sudah tak asing lagi. Karena banyak alat ciptaannya yang dimanfaatkan oleh para petani, peternak dan pengusaha, untuk menunjang pekerjaan mereka. Mulai dari mesin pembuat pupuk, mesin penggiling jagung, pengolahan pisang, serta beberapa alat lain, adalah sejumlah alat yang berhasil dia buat.

Menariknya, alat yang dibuatnya itu sesuai kebutuhan dan keinginan para pemesan. “Nanti mereka yang minta apa manfaat alat tersebut, dan untuk apa kegunaannya. Nanti saya akan pikirkan beberapa hari untuk membuat desainnya. Baru saya buatkan,” ungkapnya.

Untuk pembuatan berbagai mesin ini, tentu saja Ihwan mengkomersilkannnya. Namun harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga mesin yang ada di pasaran. Selain itu, dia juga memberikan garansi.

“Kelebihannya, kalau warga beli mesin di kami, nanti kan kalau ada kerusakan tinggal panggil kami. Jadi bisa kami perbaiki. Kalau dibeli di luar daerah kan nanti warga susah kalau ada kerusakan. Kami garansi tiga tahun,” katanya.

Awalnya, Khairul Ihwan mengaku tak pernah terpikirkan untuk mengkomersilkan beberapa mesin hasil kreasinya itu. Lantaran dulu dia mengaku hanya senang membuat mesin yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Semua berawal sekitar tahun 2009 lalu, ketika saya mengikuti lomba teknologi tepat guna di tingkat provinsi,” tuturnya.

Saat itu diceritakan, dia risau dengan banyaknya kepulan asap dari pembakaran bata yang ada di Desa Pringga Jurang, Kecamatan Sikur. Maklum, di sana merupakan desa yang kebanyakan warganya bekerja sebagai pembuat bahan bangunan bata.

“Di sana-sini ada asap. Desa kami di kepung oleh asap sisa pembakaran bata. Inilah yang membuat kami risau. Makanya saat itu saya berpikir, bagaimana membuat asap ini tidak mengganggu. Jadilah saat itu saya buat instalasi pengubah asap menjadi asap cair,” beber alumni STM Mataram ini.

Dari hasil analisisnya, dalam pembakaran bata itu ada 1.200 ton sekam per bulan yang digunakan sejumlah warga pembuat bata sebagai bahan bakar. Pembakaran sekam ini tak ayal menimbulkan asap pekat yang meresahkan warga. Karena itu dia pun berfikir, bagaimana membuat alat yang dapat menghilangkan asap pembakaran bata tersebut. Terciptalah instalasi asap cair untuk pembakaran bata.

Dengan menggunakan bahan Kelabang (anyaman pelepah daun kelapa) yang disusun sedemikian rupa, kemudian dirangkai dengan alat penyuling asap yang dia buat, ternyata sukses. “Alhamdulillah itu berhasil. Saya bisa membuat asap itu menjadi asap cair yang saya beri nama asap cair Al Ikhwan,” bebernya.

Hasil kreasinya itu, sesuai arahan BPMPD Lotim, kemudian diikutsertakan dalam lomba teknologi tepat guna tingkat provinsi. Tak disangka, itu berhasil menjadi juara. Dari sanalah dia kemudian mulai merintis karir membuat beberapa alat mesin lainnya.

“Yang terbaru ada juga mesin pembakar sate. Orang nggak perlu kipas-kipas sate lagi atau menggunakan kipas untuk membakar sate. Alat ini bahkan sudah dipesan sampai keluar daerah,” terangnya. (*)