Tempat Wisata di Lombok Barat Termasuk Senggigi Ditutup Selama Libur Lebaran

TEMPAT WISATA : Destinasi wisata Makam Batulayar adalah salah satu destinasi wisata yang dipastikan akan ditutup selama libur lebaran nanti. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berencana menutup semua tempat wisata yang ada di daerah ini selama libur lebaran. Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menyebut pihaknya akan menutup lokasi wisata selama masa itu.”Kita kemarin rapat. Hasil rapatnya, insyaallah akan kita tutup semua. Termasuk yang di Senggigi,” kata bupati, Kamis (6/5).

Dirinya menyebut hal itu perlu dilakukan untuk dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Untuk saat ini dan di luar waktu libur itu tempat wisata tetap buka.”Pada saat libur lebaran saja. Saat ini belum dilakukan penutupan karena belum libur,” tegasnya.

Begitu pun dengan pelarangan mudik bagi para ASN Lobar yang berasal dari luar Pulau Lombok otomatis akan mengikuti instruksi pemerintah pusat.” Kalau kita ini kan, kalau negara memutuskan, kita otomatis akan mengikuti,” ungkap Fauzan.

BACA JUGA :  Desa di Lobar Masih Semangat Peringati Kemerdekaan

Bahkan dalam hal ini pengamanan di Pelabuhan Lembar sebagai jalur laut untuk memasuki wilayah NTB akan diperketat. Personel TNI-Polri juga mulai hari ini disiagakan hingga usai libur lebaran dan batas pelarangan mudik berakhir. “ Bahkan konteks pelabuhan kita perketat, ini akan ada anggota TNI-Polri yang bersiaga di sana,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kapolres Lobar, AKBP Bagus S. Wibowo. Pihaknya berupaya memantau kegiatan masyarakat di tempat-tempat pariwisata selama libur lebaran sesuai dengan kebijakan yang diterapkan oleh bupati.”Apa yang nanti menjadi kebijakan Pemda untuk tempat wisata ini, akan kami jalankan. Kami aparat TNI-Polri akan berusaha maksimal mendukung itu,” bebernya.

“Tempat- tempat wisata ini harga mati bagi kami untuk penerapan protokol Covid-19,” tambahnya.

Terkait dengan aktivitas tempat wisata, Kapolres mengatakan telah berkomunikasi dengan Dandim Lobar untuk kesiapan mengantisipasi kegiatan masyarakat setelah hari raya Idul Fitri. “Terkait dengan pemantauan atau kegiatan masyarakat di tempat wisata ini, masih kami koordinasikan dengan pimpinan daerah, dalam hal ini dengan Bapak Bupati, untuk mendengarkan apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Disnaker tak Punya Data Eks TKI

Sehingga melalui koordinasi ini, apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait tempat wisata ini, menurutnya TNI-Polri akan berusaha maksimal untuk menyukseskannya. “Kami dari kepolisian, penerapan protokol kesehatan pada tempat-tempat wisata ini menjadi harga mati, terutama dalam kerumunan,” ungkapnya.

Polres Lombok Barat berusaha untuk memastikan tidak ada kerumunan di tempat wisata.”Kalau di pusat perbelanjaan, kami sudah melakukan pemantauan secara langsung untuk sementara berlangsung dengan normal,” katanya.

Terkait ada indikasi adanya kerumunan terjadi di beberapa titik pusat perbelanjaan, jajaran Polres Lombok Barat akan mengambil langkah-langkah sesegera mungkin untuk mengatasinya. (ami)