Tempat Pemandian Ambruk, Satu Orang Tewas

Tempat Pemandian Ambruk
AMBRUK : Tempat Pemandian di Dusun Kebon Belek yang roboh dan memakan korban kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Warga Dusun Kebon Beleq Desa Mekarsari Kacamatan Narmada dihebohkan dengan ambruknya tempat pemandian umum yang ada di dusun setempat. Tiga orang warga menjadi korban, salah satunya meninggal dunia.

Ambruknya tempat pemandian umum ini terjadi Jumat pukul 08.30 Wita (4/1). Korban ada tiga orang masing-masing Nurjanah yang meninggal dunia, Yuliana mengalami luka lebam dan Husnawati mengalami luka lecet. Mereka sedang mandi dan mencuci seperti hari-hari biasa.

Salah satu korban, Yuliana, menuturkan, sebelum kejadian ia bersama dua rekannya sedang melakukan aktivitas mencuci dan mandi. Tempat pemandian ini berumur puluhan tahun sejak dibangun sekitar tahun 1994. Sebelum kejadian ia berada paling pojok, sedangkan dua rekannya ada di bagian tengah di bawah bak penampungan air.”Kami sedang nyuci di dalam, tiba-tiba roboh. Saya berdua teriak minta tolong,” tutur Yuliana saat ditemui.

BACA JUGA: Bupati Lobar Tegaskan Tidak Ada Pemekaran Desa

Kaki Yuliana tertimpa reruntuhan, sedangkan Husnawati mengalami lecet di pinggang. Janah tak selamat. “Saya yang kena kaki,” ujarnya.

Sebelum ambruk, air sempat tidak mengalir. Selang berapa saat tiba-tiba air mengalir kembali dan membuat tampungan bak air ambruk.”Airnya sempat macet, setelah itu tiba-tiba air datang dan ambruk,” ungkapnya.

Warga sempat melarikan Janah ke Puskesmas Narmada, namun setelah sampai di Puskesmas Janah dinyatakan meninggal dunia. Mendengar laporan kejadian ini, tim Polsek Narmada turun ke lapangan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tempat pemandian langsung dipasangkan garis polisi.

Kapolsek Narmada Kompol Gusti Komang Bagia mengatakan, dari hasil laporan dan pengecekan lapangan, Ambruknya tempat pemandian ini memakan korban tiga orang.”Secara kasat mata mungkin terlihat masih kokoh, karena masyarakat sudah terbiasa mandi di tempat ini, tapi ternyata tadi pagi tiba-tiba roboh,” ungkapnya.

Pada saat kejadian, debit air di bak penampungan memang sedang banyak. Air di sini memang tidak pernah kering meski musim kemarau.

“Yang jelas airnya sedang penuh, tiba tiba ambruk dan menimpa warga, kalau secara konstruksi buka wewenang kami,” ungkapnya.

BACA JUGA: Empat ASN Lobar Dipecat karena Kasus Narkoba

Penyelidikan tetap akan dilaksanakan. Kalau memang tidak ditemukan adanya indikasi hukum, tentunya proses tidak akan dilanjutkan.

Kades Mekar Sari, Sapinah menjelaskan, tempat mandi ini sudah ada sejak tahun 1994, dibangun secara swadaya.” Itu bangunan lama, dibangun oleh masyarakat sendiri,” tuturnya.

Sudah 24 tahun bangunan ini tidak pernah direnovasi. Pernah diperbaiki hanya lantainya saja, karena memang temboknya terlihat kokoh, tapi warga tidak tahu bagaimana kondisi bagian dalam.(ami)