Teman Dekat Linda Diperiksa Intensif

DIBONGKAR: Makam jenazah almarhum Linda Novitasari, mahasiswa pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Mataram saat dibongkar polisi untuk dilakukan otopsi belum lama ini. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)
DIBONGKAR: Makam jenazah almarhum Linda Novitasari, mahasiswa pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Mataram saat dibongkar polisi untuk dilakukan otopsi belum lama ini. (DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

MATARAM– Tim Satreskrim Polresta Mataram terus mengusut kasus kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu.

Hingga kini ada 23 orang yang sudah diperiksa sebagai saksi. Mereka terdiri dari keluarga almarhumah, teman dekat dan  juga tim ahli forensik. “Jadi ada 23 orang saksi yang sudah diperiksa,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Kamis (13/8).

Dari 23 saksi, beberapa di antaranya harus menjalani pemeriksaan intensif. Salah satunya adalah teman dekat korban berinisial R. Pemeriksaan seacara intensif dilakukan terhadap R karena ia diduga banyak mengetahui apa saja yang dilakukan almarhumah sebelum kejadian. Mengingat hari-hari terkahir sebelum ditemukan meninggal, almarhumah saat itu bersama R. Bahkan rumah tempat ditemukan meninggalnya almarhumah adalah rumahnya R. “Untuk itu saat ini pemeriksaan kita fokuskan pada teman dekat korban dengan inisial R,” ucap Kadek Adi.

Selain R teman dekat  almarhumah yang diperiksa secara intensif adalah TT. Ia adalah orang yang pertama kali menemukan mayatnya almarhumah. “Kita ingin perdalam alibinya seperti apa,” ucap Kadek.

Selain pemeriksaan saksi, petugas juga tengah melakukan pengumpulan alat bukti. Beberapa alat bukti yang diamankan diantaranya rekaman kamera CCTV yang ada di sekitar TKP, tali dan kursi yang digunakan untuk gantung diri, pisau, anak panah, minyak urut  hingga  seprai yang ada di TKP. Semua itu akan menjadi bahan pemeriksaan penyidik.

Kemudian yang tak kalah penting yang menjadi bahan pemeriksaan penyidik adalah hasil otopsi jenazah almarhumah yang dilakukan pada Senin (3/8) lalu. Kadek Adi mengaku sudah menerima hasilnya pada Senin (10/8) kemarin.

Dari surat hasil otopsi yang diterima pihaknya dapat diketahui bahwa penyebab kematian almarhumah adalah karena kehabisan oksigen. Namun penyebab almarhumah kehabisan oksigen apakah karena jeratan tali atau faktor lainnya belum diketahui pasti oleh petugas kepolisian. “Uraiannya lengkapnya kita masih menunggu penjelasan lengkap dari ahli forensik,” ucapnya.

Kemudian terkait hasil pemeriksaan terhadap rahim jenazah almarhumah yang diambil saat pembongkaran makam, Kadek Adi mengatakan bahwa pihaknya juga telah menerima hasilnya. “Hasil otopsi menerangkan bahwa uterus atau rahim (almarhumah) lebih berat dari normalnya. Jadi, yang bersangkutan diduga sedang hamil,” bebernya. (der)