Teluk Nara dan Pelabuhan Tikus Aman dari One Gate System

BANGSAL: Wisatawan saat tiba di Pelabuhan Bangsal beberapa hari lalu. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Kebijakan one gate system atau sistem satu pintu masuk Gili, akan berlaku pertengahan Januari ini. Kapal-kapal cepat yang mengangkut wisatawan dari Bali, dilarang langsung ke Gili, melainkan harus sandar di Pelabuhan Bangsal.

Di Bangsal, penumpang akan dicek oleh polisi. Kemudian untuk ke Gili, wisatawan harus naik armada lokal milik Koperasi Karya Bahari (KKB). Kapal cepat baru diizinkan ke Gili saat menjemput wisatawan untuk kembali ke Bali.

Diketahui, pintu masuk menuju Gili sebenarnya bukan hanya melalui Bangsal, tetapi juga melalui Pelabuhan Teluk Nara, dan banyak pelabuhan tikus lainnya. Lantas bagaimana nasib sejumlah pintu masuk ini dengan diberlakukannya one gate system?
Kepala Dinas Perhubungan KLU Wahyu Darmawan mengatakan bahwa pihaknya bakal segera menggelar technical meeting bersama para pihak terkait menentukan tanggal dimulainya one gate system. Adapun soal Teluk Nara dan dermaga lainnya, tak terpengaruh one gate system.

Dermaga-dermaga tersebut tetap beroperasi seperti biasa. “Di situ biasa saja. Di situ kan charter penumpang yang mau ke Gili. Tidak ada masalah. Tetap jalan seperti biasa,” ucapnya.
One gate system ini jelasnya difokuskan untuk kapal cepat yang membawa wisatawan dari Bali saja, yang jumlah penumpangnya ribuan setiap hari. Kalau Teluk Nara dan yang lainnya, tidak terlalu banyak, lebih mudah untuk dikontrol, baik orang maupun barang bawaan. “Tetapi kalau mereka mau ikut one gate system juga tidak masalah,” ucapnya.

Baca Juga :  One Gate System Diwacanakan 2023

Yang jadi soal kata Wahyu adalah pelabuhan tikus ini. Saat ini yang sudah terdeteksi setidaknya ada 9 titik pelabuhan tikus yang masih beroperasi di wilayah Pemenang. Untuk bisa menertibkannya butuh proses panjang. “Kalau yang pelabuhan tikus saat ini kita masih melakukan sosialisasi dan pengawasan terutama izin boatnya dari Syahbandar. Kita juga minta mereka kalau ada penumpang agar dibawa dari Teluk Nara,” ungkapnya.

Adapun berkaitan dengan penarikan retribusi masuk kawasan wisata, Kepala Dinas Pariwisata KLU Ainal Yakin mengatakan bahwa setelah one gate system berlaku maka penarikan retribusi akan dipusatkan di Pelabuhan Bangsal. Hanya saja mengingat pintu masuk ke tiga Gili bukan hanya Pelabuhan Bangsal maka untuk bisa memastikan mereka juga ditarik retribusi, maka petugas juga akan ditempatkan di tiga Gili, agar begitu masuk Gili, mereka juga dikenakan retribusi.
Jadinya, wisatawan yang tidak bayar retribusi di Pelabuhan Bangsal maka akan ditagih nantinya di Gili. “Tidak masalah untuk penarikan retribusi,” ungkapnya.

Khusus untuk wisatawan dari Bali, pihaknya sedang berkoordinasi dengan pihak kapal cepat agar retribusi masuk kawasan wisata sepaket dalam tiket kapal. Dengan begitu wisatawan tidak perlu ditagih begitu sampai di Pelabuhan Bangsal. “Sudah ada pendekatan dengan pihak kapal cepat terkait ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Lombok Utara Belum Kembalikan Rp 390 Juta Kerugian Negara

Selain lebih mengefisiensi waktu, upaya itu juga untuk mengefisiensi tenaga agar wisatawan tidak mengantre dan juga tidak perlu bolak-balik menukar mata uang terlebih dahulu untuk membayar retribusi. Dalam hal penarikan retribusi, Dinas Pariwisata tetap akan bekerja sama dengan KKB.

Ketua KKB Sabarudin mengatakan bahwa pihaknya selalu siap membantu pemda. Salah satunya untuk menarik retribusi. Pihaknya sudah hampir dua bulan membantu pemda menarik retribusi masuk kawasan wisata di Gili Trawangan. Hasilnya pun cukup memuaskan. “Jelang tahun baru kemarin sempat sampai Rp 16 juta per hari,” ujar Sabarudin.

Untuk nominal retribusi yang ditarik tetap mengacu pada Perbup Nomor 64 Tahun 2021 dan Perda Nomor 5 Tahun 2010. Di mana tarif yang diberlakukan yakni Rp 10.000 per orang bagi wisatawan mancanegara dan Rp 3.000 bagi wisatawan Nusantara.
“Untuk menarik retribusi ini kami punya staf yang ditempatkan di posko yang ada di Gili Trawangan. Di sana ada petugas juga dari Dinas Pariwisata,” ujarnya. (der)

Komentar Anda