Telat Datang, Gagal Ikut Tes SKB, Satu Peserta Mengamuk

Tiga Formasi di Mataram Lowong

TES SKB: Pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kota Mataram telah tuntas dan berjalan lancar di tengah pandemi corona. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Pelaksanaan tes seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS Kota Mataram rekrutmen Tahun 2019 tuntas dilaksanakan. Tapi pelaksanaannya menyisakan sejumlah cerita. Diantaranya ada satu peserta yang gagal mengikuti tes karena terlambat datang.

Bahkan peserta tersebut sempat mengamuk, dan memprotes keras keputusan panitia yang tidak mengizinkan mengikuti tes.

Diketahui, pelaksanaan tes SKB Kota Mataram dilaksanakan selama empat hari, yaitu dari tanggal 19 September sampai 23 September. “Kemarin di hari terakhir, ada satu peserta yang tidak mengikuti tes karena terlambat datang. Sangat kita sayangkan sekali. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena aturannya seperti itu, dan sistemnya juga sudah terkunci,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati di Mataram, kemarin (24/9).

Nelly berecerita, peserta yang gagal ikut SKB berasal dari Lombok Timur. Pelamar formasi tenaga pendidik itu dipastikan keliru melihat jadwal pelaksanaan SKB. Padahal BKPSDM sudah mengumumkan jadwal tes SKB jauh sebelumnya. “Dia melihat jadwal di Facebook. Padahal kita tidak umumkan jadwal disana. Rupanya dia melihat jadwal dari Provinsi. Ya jelas salah,” katanya.

Seluruh peserta SKB juga sudah dihubungi langsung oleh panitia. Namun peserta tersebut juga tidak mengikuti rapid tes yang diharuskan oleh BKSPDM. Oleh karenanya, BKPSDM kesulitan untuk menghubungi peserta tersebut. “Dia satu-satunya peserta yang tidak ikut rapid tes. Kita mau hubungi bagaimana,” ungkapnya.

Karena gagal ikut SKB, maka peserta tersebut melayangkan protes keras ke panitia. Bahkan sampai mengamuk dengan melemparkan kartu yang dipegang. Tapi panitia tidak bisa berbuat banyak. Peserta tersebut tetap tidak bisa ikut tes dan dipastikan gugur. “Dia datang ketika tes tinggal 30 menit. Tentu tidak bisa kita berikan ikut tes. Kami sangat menyesal tidak bisa membantu. Otomatis dia gugur,” terangnya.

Keterlambatan kata Nelly, tidak bisa ditolelir. Petugas BKN juga tetap stand by saat pelaksanaan SKB. “Contohnya kemarin ada peserta yang orang tuanya meninggal, dan meminta jadwalnya diundur. Ya tetap tidak bisa. Apalagi yang ini jelas kesalahannya sendiri,” terangnya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan tes berjalan lancar. Dari 275 formasi untuk Kota Mataram. Tiga formasi Kota Mataram dipastikan lowong, yakni untuk (S1) sebanyak 2 formasi. Satunya lagi untuk penyuluh pendidikan. “Iya ada tiga formasi kita yang lowong. Itu karena tidak ada yang lulus passing grade. Bukan karena tidak ada peminatnya,” jelasnya.

Sesuai dengan mekanisme yang ada, tiga formasi yang lowong ini sudah diusulkan lagi untuk rekrutmen tahun depan. “Sudah kita usulkan. Itu sudah termasuk 400 formasi yang kita usulkan tahun depan,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Aparatur Pemerintah BKPSDM Kota Mataram, Ahmad Mujahidin mengatakan, dari 599 peserta SKB Kota Mataram. Sebanyak dua orang tercatat tidak mengikuti tes. “Iya ada dua orang. Satunya itu yang terlambat kemarin dan sempat protes keras. Satunya lagi karena positif corona. Khusus yang corona itu nanti menyusul jadwalnya,” katanya. (gal)