Teknisi Tewas Kesetrum di Hotel Aston Sunset Gili Trawangan

Teknisi enginering inisial AS, (50) alamat Magelang, Jawa Timur, ditemukan tewas dalam keadaan terlentang di ruangan lobi Hotel Aston Sunset, Gili Trawangan

TANJUNG–Teknisi enginering inisial AS, (50) alamat Magelang, Jawa Timur, ditemukan tewas dalam keadaan terlentang di ruangan lobi Hotel Aston Sunset, Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara (25/1/2022) pukul 11.00 WITA.

Menurut keterangan dari beberapa saksi, sekitar pukul 10.30 WITA, korban ditemukan meninggal dalam keadaan terlentang dengan tangan sebelah kiri menggenggam cok terminal dengan posisi terbuka.

Korban selaku teknisi enginering, memperbaiki sambungan kabel yang masih terkoneksi dengan sambungan listrik di dinding.

Selanjutnya saksi-saksi menarik langsung cok terminal dari tangannya yang masih memercikan api dan mencabut aliran listrik yang terhubung ke tembok. Selanjutnya saksi bersama pihak hotel membawa korban ke Klinik Warna Gili Trrawangan, namun dari pihak dokter menyarankan untuk segera dibawa ke Puskesmas Pemenang. Selanjutnya sesampai di Puskesmas Pemenang korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa

BACA JUGA :  Sah, Gubernur NTB Putus Kontrak dengan PT GTI

Kapolres Lombok Utara AKBP I Wayan Sudarmanta, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Pemenang Iptu L. Eka Arya membenarkan kejadian tersebut bahwa kondisi korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh perawat Puskesmas Pemenang dan telah berkoordinasi dengan Polsubsektor Gili Indah untuk melaksanakan olah TKP.

BACA JUGA :  Rakerda PD-IBI NTB Digelar di Gili Trawangan Juni

Iptu Eka menerangkan Anggota Reskrim Polsek Pemenang bersama dengan staf telah melaksanakan olah TKP, selanjutnya bersama dengan staf hotel membawa korban ke RS Bhayangkara Mataram untuk dilakukan pemeriksaan visum luar dan penitipan jenazah korban.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati hati dalam mengeoperasikan alat-alat yang berhubungan dengan listrik, untuk mengurangi risiko-risiko yang bisa mengancam jiwa. Bahaya listrik yang tidak terlindungi dapat menyebabkan seseorang tersengat listrik (kesetrum) hingga terjadinya korban jiwa dan juga kebakaran, pungkas Iptu Eka. (flo)