Tega, Staf TU Cabuli Alumni

PRAYA-Kasus pencabulan terhadan anak di bawah umur seakan tak ada habisnya di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Setelah si bejat tua bangka Junaidi, 50 tahun, asal Dusun Karang Dalem Desa Montong Sapah Kecamatan Praya Barat Daya, tega mencabuli tetangganya balita 3,9 tahun. Kini, perbuatan setan itu diduga diulangi lagi Lalu Pakah, 50 tahun, asal Dusun Singosari Desa Puyung Kecamatan Jonggat. Modusnya, terduga pelaku menawarkan pengembilan ijazah SMP kepada korban di rumah. Sebut saja namanya Bunga, 15 tahun, asal Desa Sukarara Kecamatang Jonggat. Maklum, terduga pelaku tercatat sebagai salah seorang staf di salah satu SMP Kecamatan Jonggat.

Setelah masuk ke dalam rumahnya, pelaku kemudian beraksi dengan mencium dan memeluk korban dengan paksa. Untuk memuluskan aksinya, Pakah merekam perbuatan bejatnya itu menggunakan kamera video handphone (HP) yang sudah disiapkannya terlebih dulu. Dia kemudian mengancam akan menyebarkan video dan foto itu ke media sosial (medsos), seperti youtube, twiter, whatshap, dan facebook.

Informasi yang dihimpun koran ini, ancaman ini disebar Pakah untuk membungkam mulut korbannya. Namun, korban yang nampaknya tak tahan menanggung perbuatan pelaku akhirnya melaporkan kejadian itu keluarga dan orang kampungnya. Puncaknya kemudian, enam orang pemuda asal Desa Sukarara mendatangi Pakah saat kongkow di sebuah warung kopi di Desa Puyung, kemarin (28/7).

BACA JUGA :  Oknum Staf Desa Sambik Elen Tertangkap Pungli

Keenam pemuda ini awalnya berusaha mengajak Pakah baik-baik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di Kantor Desa Sukarara. Pakah yang nampak sudah sadar akan perbuatannya awalnya menuruti permintaan keenam pemuda tersebut. Dia kemudian diminta menjadi depan dengan menaiki sepeda motornya sendiri.

Sayang, Pakah mengurungkan niatnya di tengah jalan dan masuk ke pasar Sukarara. Keenam pemuda Sukarara ini kemudian berusaha mengejar. Pakah yang nampaknya sudah kalap akhirnya terjatuh tak jauh dari pasar. Keenam pemuda ini langsung melayangkan bogem mentah ke arah Pakah.

Keenam pemuda ini kemudian mengkeler Pakah ke Kantor Desa Sukarara, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di sana, ternyata banyak massa yang sudah menunggu. Pakah akhirnya menjadi bulan-bulanan massa tapi berhasil diselematkan anggota Polsek Jonggat.

Akibatnya, Pakah wajah Pakah mengalami luka memar dan bonyok akibat diamuk massa. Dia kemudian dievakuasi untuk diamankan di Polres Lombok Tengah. ‘’Kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Untuk sementara ini, kita belum berani pastikan,’’ ungkap Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Arjuna Wijaya. (cr-ap)