Tawarkan Paving Block dari Sampah

SOSIALISASI: Inilah saat Mahasiswa KKN Tematik Unram, M. Ari Firdaos lakukan sosialisasi sekaligus menunjukkan langsung Paving Block yang terbuat dari Sampah Plastik, yang merupakan kreasi kelompoknya. (IST/RADAR LOMBOK)

MELIHAT KREATIVITAS MAHASISWA KKN UNRAM DI SENARU

Tawarkan Paving Block dari Sampah

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pariwisata dan Lingkungan Universitas Mataram (UNRAM) berkreasi membuat paving block dari sampah plastik untuk masyarakat Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Berikut ulasannya.


NASRI BOEDJANA–KLU


Pagi itu, sejumlah mahasiswa Unram menggelar kegiatan sosialisasi di Aula kantor Desa Senaru. Mahasiswa yang berjumlah 15 orang itu menjelaskan pengolahan sampah khususnya jenis plastik menjadi paving block.

Hadirnya mahasiswa KKN Tematik Unram di tengah-tengah masyarakat Desa Senaru menjadi angin segar terhadap persoalan sampah di Senaru. Sampah di Desa Senaru tidak hanya berasal dari masyarakat. Namun juga berasal dari wisatawan yang berkunjung ke destinasi-destinasi wisata yang ada di Senaru. Namun hal ini tidak dibarengi dengan pengelolaan sampah yang baik.

BACA JUGA :  Perjuangan Khairul Marhanik Lepas dari Jerat Narkoba

Pada kasus ini biasanya masyarakat hanya membakar sampah yang sudah menumpuk. Untuk itu mahasiswa KKN Unram menawarkan paving block sebagai solusi permasalahan sampah sehingga masyarakat bisa merasakan manfaat dari sampah tersebut. “Tawaran kami ini bisa nantinya mengurangi penumpukan sampah di Desa Senaru,” ujar mahasiswa sekaligus koordintaor pembuatan paving block, M. Ari Firdaos, Kamis (22/7).

Sosialisasi dihadiri anggota BPD, Komunitas Pemuda Peduli Wisata Senaru (KPPWS), kepala dusun se-Desa Senaru, sekolah perempuan dan mahasiswa UNRAM.

Mahasiswa KKN Tematik UNRAM Pariwisata dan Lingkungan ini membuat sebuah inovasi agar sampah terutama jenis plastik tidak lagi menjadi masalah lingkungan. Melainkan dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan bisa menjadi produk yang bisa dipasarkan. “Semoga kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi awal bagi masyarakat di Senaru dalam mengelola sampah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis,” harap mahasiswa teknik sipil ini.

BACA JUGA :  Cerita Sedih Petani Tembakau Menghadapi Cuaca Tidak Menentu

Sementara itu, Ketua KKN Tematik Unram Pariwisata dan Lingkungan Rian Nurrahman mengatakan, ada tiga jenis paving block yang dibuat, pertama mengunakan full sampah, yang kedua menggunakan volume sampah lebih banyak dari pasir, dan yang terakhir menggunakan volume yang sama 50:50 antara sampah plastik dan pasir.

Pengolahan sampah ini tidak hanya untuk menjadi sumber tambahan penghasilan masyarakat, akan tetapi sebagai salah satu kegiatan untuk mengurangi pencemaran lingkungan mengingat banyak sampah yang masih belum diolah dan hanya dibakar. “Masyarakat juga harus mengetahui tentang proses pembuatan dan perhitungan bahan. Supaya tidak terjadi kegagalan dalam proses pembuatan. Makanya kami perlu melakukan sosialisasi lanjutan sekaligus melakukan praktik pembuatan paving blok nantinya,” pungkasnya. (**)