Taufik : Saber Pungli tak Pandang Nominal

H. Fajar Taufik (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG– Sejumlah pihak menilai Tim Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Lombok Baratadem ayem dikarenakan minimnya kasus penindakan yang muncul ke permukaan.

Dijelaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Lobar H. Fajar Taufik, tim Saber Pungli Lobar terus bergerak. Namun memang tidak mendahulukan penindakan melainkan pencegahan. Kalaupun ada yang dilaporkan terkait dugaan Pungli, pihaknya langsung turun untuk mengklarifikasi, mengingatkan dan meminta untuk mengembalikan duit Pungli tersebut. “Misalnya saja kemarin ada salah satu PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Kediri yang dilaporkan Pungli. Kita datangi, kita klarifikasi kita minta dikembalikan dan sudah dikembalikan. Kita ingatkan jangan melakukan itu lagi,” jelasnya, Rabu (29/3).

[postingan number=3 tag=”pungli”]

Apabila setelah ditegur, diingatkan kemudian mengulanginya lagi, maka siap-siap divisi penindakan akan bergerak untuk melakukan proses hukum. “Jadi jangan lakukan Pungli. Kasihan kalau hanya karena pungli Rp 10 ribu, ratusan ribu kemudian anak dan keluarga tidak terurus,” ungkapnya.

Kemudian untuk kasus Pungli di sekolah kata Fajar, saat ini kepala sekolah di Lobar menerapkan sikap kehati-hatian dalam melakukan segala jenis pungutan. Hal itu belajar dari kasus di SMPN 6 Mataram. Oleh karena itu lanjutnya, sikap preventif atau dengan menegur pelaku dugaan Pungli juga bisa menjadi efek jera untuk tidak mengulanginya lagi.

Sementara itu untuk kasus dugaan Pungli transaksi proyek, pimpinan Bakesbangpol Lobar baru ini mengaku belum mendalami lebih lanjut. Namun diakuinya sudah ada beberapa titik yang dipetakan untuk didalami lebih lanjut.

Salah satu dinas yang rawan praktek Pungli adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Oleh karenanya, pimpinan Dukcapil Lobar sendiri juga terus mengingatkan bawahan agar tidak melakukan pungli seberapapun besarnya.(zul)