Tatap Muka Batal, Daring Terpaksa Dilanjutkan

DARING
DARING: Salah seorang pelajar Kota Mataram sedang belajar daring. Cara belajar ini akan tetap dilanjutkan untuk sementara ini karena uji coba sekolah tatap muka dibatalkan. (SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Pendidikan Kota Mataram membatalkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk siswa SD/SMP dan yang sederajat.

Sedianya, uji coba pembelajaran tatap muka ini dimulai 5 Januari 2021. Tapi merujuk pada perkembangan pandemi Covid-19 di Mataram yang masih banyak, Dinas Pendidikan tidak mau mengambil risiko dan memutuskan menunda uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Mataram. ‘’Kami sudah berkonsultasi tapi Wali Kota Mataram belum mengizinakan. Karena perkembangan Covid-19 ini simulasi kami tunda,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Lalu Fatwir Uzali, kemarin (3/12).

Selain itu, Forkopimda setempat juga sepakat belum memberi lampu hijau simulasi pemebalajaran tatap muka. ‘’Perkembangan Covid-19 yang masih signifikan ini menjadi alasan yang pasti. Beberapa kali disampaikan juga dalam beberapa pidato beliau (Wali Kota). Dinas Pendidikan dan Kemenag diminta untuk menunggu izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram. Ini supaya tidak ada masalaha akibat perkembangan dari Covid-19,’’ ungkapnya.

Kota Mataram disebutnya tidak ingin gegabah untuk memutuskan. Sehingga memerlukan kajian mendalam dari beberapa komponen terkait. Seperti Dinas Kesehatang yang juga belum setuju sekolah tatap muka dilaksanakan.

Selebihnya, Fatwir mengapresiasi sekolah yang sudah mempersiapkan kebutuhan untuk simulasi pembelajaran tatap muka. ‘’Saya juga minta maaf kepada orang tua yang juga sudah mempersiapkan anaknya di rumah. Tapi karena izin dan perkembangan Covid-19 yang tak pasti. Pemerintah belum bisa memberikan izin dalam waktu dekat untuk simulasi,’’ pintanya.

Dengan perkembangan Covid-19 yang semakin meningkat, Dinas Pendidikan belum bisa memberikan kepastian tentang kapan pembelajaran tatap muka dilaksanakan. Murid dan orang tua diminta menunggu keputusan dari pemerintah dengan menimang perkembangan penyebaran Virus Covid-19. ‘’Sampai waktu yang belum ditentukan. Kita belum bisa memastikan. Bapak Wali Kota juga cuma bilang kita lihat perkembangannya. Kalau masa pandemi bisa landai. Kemungkinan bisa diberikan izin. Beliau juga tentu berpikir tentang anak-anak dan guru. Kita di Mataram mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa dan guru. Itu yang terpenting dan utama,’’ jelasnya.

Oleh karenanya, dia menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan guru untuk melanjutkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti pada awal pandemi Covid-19. ‘’Saya intsruksikan untuk daring dan luring. Serta tetap pelaksanaannya berpedoman pada pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Baik di sekolah maupun dirumah. Sekolah sebenarnya sudah 95 persen siap untuk tatap muka. Tapi karena kondisi seperti ini belum bisa dilaksanakan. Ini keputusan kita bersama, pandemi ini belum bisa kita laksanakan pembelajaran tatap muka,’’ pungkasnya.

Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh mengatakan, beberapa hari terakhir. Penularan Covid-19 di Kota Mataram trend-nya terus meningkat. Oleh karena itu, pihaknya belum mengizinkan Dinas Pendidikan untuk memulai pembelajaran tatap muka. ‘’Itu saya sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan. Nanti dulu ya karena ini perkembangannya masih bertambah. Kita rapatkan juga nanti bersama Forkopimda langkah apa saja yang bisa dilakukan,’’ katanya.

Sekretarsi Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati mengatakan, kebijakan penundaan belajar tatap muka disesuaikan dengan kondisi saat ini. kondisi penyebaran virus Covid-19 masih mengkhwatirkan. “Kita utamakan keselamatan dan kesehatan siswa dan guru. Jangan sampai mereka terpapar Covid-19,” katanya.

Awalnya, sesuai rencana PTM akan dilaksanakan tanggal 5 Januari. Namun tidak dapat diselenggarakan, karena tren penyebaran virus Covid-19 atau masyarakat yang terpapar masih pada angka yang menghawatirkan. Sehingga izin belajar tatap muka dari Gugus Kerja Covid-19 Kota Mataram belum diterbitkan.

Politisi PDIP ini menyebutkan, penyebaran virus Covid-19 masih mengkhawatirkan masyarakat saat ini. Tentunya anak-anak yang sudah banyak terpapar covid-19 harus menjadi pertimbangan dari Pemkot Mataram untuk membuka kegiatan belajar tatap muka. Sehingga tidak gegabah dalam membuka jadwal masuk sekolah, serta memastikan semua guru maupun siswa terbebas dari Covid-19.

Penundaan ini juga tergantung dari perkembangan. Dari hasil rapat koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Mataram, pada prinsipnya semua sekolah sudah siap untuk menggelar pembelajaran tatap muka dengan siswa.

Demikian sarana dan prasarana juga telah disiapkan pihak sekolah. ‘’Namun kalau melihat perkembangan saat ini, khususnya angka penyebaran yang masih tinggi, maka sebaiknya belajar tatap muka ditunda sementara waktu,’’ tandas Nyanyu.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, H Muhtar menambahkan, untuk kegiatan belajar tatap muka memang sejak awal sekolah diwanti-wanti untuk tidak membuka. Apalagi setelah melihat perkembangan penyebaran Covid-19 di Kota Mataram yang terus bertambah. “Kita minta lebih baik ditunda. Karena belum ada tanda-tanda melandai. Penerapan protokol kesehatan juga harus lebih gencar lagi,” katanya.

Beberapa sekolah yang memiliki siswa banyak, tentu juga harus diperhatikan. Karena saat masuk sekolah, kerumunan pasti akan susah diatasi. Apalagi baru-baru masuk sekolah, dibutuhkan sosialiasi ke siswa yang lebih ekstra lagi. Sehingga tidak melanggar protokol kesehatan. “Kita dukung ditunda dulu. Ini untuk keselamatan bersama,” katanya. (gal/dir/adi)