Tas Wisatawan Jerman Dirampas di Lombok Tengah

Tas Wisatawan Jerman Dirampas
TERBARING: Wilsen, warga Negara Jerman sedang terbujur di atas ranjang rawat Puskesmas Kuta. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Kejahatan terhadap wisatawan asing kembali terjadi di wilayah hukum Polres Lombok Tengah.

Kali ini menimpa dua orang wisatawan asal Jerman bernama Wilsen dan Samira. Keduanya dibegal di jalan raya Meresek Dusun Ebangah Desa Sengkol Kecamatan Pujut, sekitar pukul 18.30 Wita, Jumat (2/3). Keduanya dibegal ketika pulang berlibur ke kawasan wisata selatan Lombok Tengah.

Saat kejadian, korban sedang mengendarai motor. Tiba-tiba dihadang sejumlah begal bersenjatakan sajam lengkap. Sadar bahaya mengintainya, Wilsen menghentikan laju kendaraanya. Saat bersamaan, pelaku lainnya merampas Samira.

Tapi sepertinya, Wilsen tak tinggal diam melihat barang milik teman wanitanya disamun begitu saja. Ia mencoba melawan dari atas motor sekuat tenaganya. Sayang, usahanya sia-sia. Ia malah terjerembab ke tepi jalan.

Akibatnya, pria muda itu cedera. Lutut, paha, dan sikut kanannya lecet. Setelah aksi itu, spontan kawanan berandal itu lenyap ditelan debu jalanan. Bahkan, sebelum warga datang menolong korban.

Warga yang iba dengan kondisi korban langsung membawanya ke Puskesmas Kuta. Polisi sendiri belum mendapatkan keterangan resmi soal kejadian ini. Korban masih dirawat di puskesmas terdekat dan belum sempat disidik polisi. ‘’Kejadian itu benar, cuma kita belum dapat keterangan resmi dari korban,’’ kata Kapolsek Kuta AKP I Ketut Putrawan, Sabtu (3/3). 

Begitu juga dengan kronoligis kejadian sebenarya, kata ketut. Karena informasi lainnya menyebutkan, pelaku dibegal sebelum pulang dari pantai. Waktu itu, korban hendak mengambil gambar kura-kura. Saat itulah datang pelaku dan merampas kameranya. ‘’Tapi semua ini masih kita selidiki,’’ tambahnya.

Ketut juga mengaku, anggotanya masih memburu pelaku meski korban belum melapor. Karena kejahatan terhadap wisatawan asing menjadi salah satu atensi kepolisian. Sebab, jika it uterus-terusan terjadi maka akan merusak wisata daerah. “Meskipun belum ada laporan. Namun kita akan terus memburu para pelaku yang telah mencoreng nama baik wilayah ini,” tandasnya. (met)