Tarif PDAM Naik

PDAM NAIK: Tarif air PDAM ditahun 2022 mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan.(SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Tahun 2022 tarif air PDAM akan kembali mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan. Kenaikan tarif selalu terjadi di setiap awal tahun, namun tetap akan disesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini, ditengah pandemi Covid-19.

Direktur PT Air Minum Giri Menang (AMGM) HL Ahmad Zaini mengatakan, untuk kenaikan tarif tentunya disesuaikan konsep setiap tahun di perencanaan. “Kalau soal kenaikan tidak terlalu banyak, sekitar tujuh atau sepuluh persen. Dalam konsep perencanaan memang seperti itu setiap tahunnya,” katanya kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (4/1).

Untuk tarif, tentunya ada perhitungan setiap tahun yang dilakukan tim perencanan. Sekaligus melakukan evaluasi terkait dengan pelayanan yang diberikan ke pelanggan selama ini, sehingga sejalan dengan kenaikan dan pelayanan yang diberikan kepada para pelanggan.

Kenaikan juga harus bersamaan dengan pelayanan yang diberikan ke pelanggan. Untuk program tahun 2022, kata Zaini, masih tetap fokus untuk menambah lahan dan pelayanan prima ke pelanggan. “Kalau ada investor yang mau mengembangkan jaringan, kami selalu siap. Dan selama sanggup membayar kami siap, seperti pengolahan air kedepanya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Mohan Ajak Warga Isolasi Mandiri di RS Darurat

Untuk menambah pelayanan, tentunya beberapa program ditahun 2022 untuk memenuhi ketersediaan air bersih. Seperti adanya Bendungan Meninting, maupun adanya usulan Bendungan Dodokan diwilayah Gerung.

Termasuk juga koordinasi dengan pihak BWS dan SDA untuk menyiapkan anggaran pembangunan Bendungan Dodokan. Sebagai langkah penuntasan kebutuhan air bersih untuk kawasan Selatan Lobar. Dengan kapasitas air sekitar 150 liter per detik, direncanakan sama seperti Bendungan Meninting. “Untuk Dodokan masih diusulkan, guna memenuhi air bersih di daerah selatan sampai Sekotong,’’ jelasnya.

Kondisi pelanggan saat ini, selama dua tahun pandemi Covid-19, fluktuasi pelanggan memang dua tahun terakhir ini mengalami pengunduran. “Kalau kita lihat disektor lain sangat signifikan. Perumahan juga tidak seperti tahun sebelum pandemi Covid, sehingga sambungan baru berkurang. Kita juga bekerja sama dengan pengembang perumahan,” tuturnya.

BACA JUGA :  Arsip SKPD Masih Amburadul

Kondisi saat ini, AMGM sendiri berada pada rasio 1,8. Di mana saat ini, angka pelanggan PDAM hampir 150 ribu, dengan jumlah pegawai hanya 260 orang. Sehingga terjadi efisiensi, dimana untuk satu setengah orang pegawai harus mengurusi sekitar seribu pelanggan.

Selain itu, faktor ekonomi secara global juga lambat. “Sambungan baru hanya 20 persen. Jujur ditahun terakhir rumah subsidi juga banyak yang belum laku ini sangat mempengaruhi,” jelasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Mataram I Gde Sudiartha mengatakan, untuk kenaikan tarif memang harus menjadi perhatian serius. Demikian terkait kondisi air bersih, terutama di Kota Mataram. “Kondisi ekonomi saat ini belum normal. Sehingga tidak terlalu terburu-buru dalam menaikan tarif,” katanya. (dir)