Targetkan 70 Perpustakaan Dapat Akreditasi

70 Perpustakaan Dapat Akreditasi
PERPUSTAKAAN : Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas RI Deni Kurniadi pose bersama Kepala DPKP NTB H Manggaukang Raba dan peserta pertemuan sosialisasi, Selasa (27/8).( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (DPKP) NTB untuk memprogram revitalisasi dan akreditasi perpustakaan yang ada di NTB. DPKP NTB menargetkan sedikitnya 70 perpustakaan di NTB bisa meraih akreditasi pada 2019 ini.

“Saya targetkan tahun ini ada 70 perpustakaan meraih akreditasi meskipun Perpusnas menargetkan hanya 30 perpustakaan per tahun,” kata Kepala DKPK NTB H Manggaukang Raba di sela-sela kegiatan pengembangan program revitaliasi perpustakaan umum dan akreditasi perpustakaan, Selasa kemarin (27/8). Hadir juga dalam pertemuan tersebut Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas RI, Deni Kurniadi.

Manggaukang mengakui jika masih banyak perpustakana yang belum terakreditasi, baik itu di perguruan tinggi, perpustakaan umum, perpustakaan sekolah maupun perpustakaan khusus.

“Kami sudah mengirim 10 orang ke Surabaya untuk mengikuti Diklat yang nantinya membantu tim asesor menilai akreditasi perpustakaan di NTB,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas RI, Deni Kurniadi menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang No 43 tahun 2007, peran perpustakaan sangat penting di dalam meningkatkan kualitas SDM.

Selain itu, untuk menciptakan pembelajaran sepanjang hayat, perpustakaan juga berfungsi sebagai tempat belajar masyarakat, wahana dalam mencari informasi serta rekreasi yang tidak hanya mencerdaskan namun juga memberdayakan masyarakat, sehingga memberikan manfaat dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas dan taraf hidupnya.

“Perpustakaan bukan hanya mencerdaskan kehidupan bangsa, melainkan ada nilai lebih bagaimana bisa mensejahterakan masyarakat dalam program inklusi berbasis sosial,” jelasnya.

Dijelaskan, program revitalisasi perpustakaan ini menitikberatkan pada beberapa rencana kerja utama, yaitu pengembangan kapabilitas perpustakaan melalui transformasi layanan perpustakaan agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya dan potensinya, sebagai upaya mensejahterakan masyarakat melalui literasi. Pengembangan kapasistas ini diharapkan dapat dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan provinsi, kabupaten/kota sampai tingkat desa/kelurahan.

Kemudian membangun sinergi stakeholder bidang perpustakaan baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten/kota. Hal ini utuk membangun dukungan kebijakan, penganggaran dan keterlibatan berbagai pihak yang relevan terhadap transformasi perpustakaan yang berkelanjutan.

“Dengan adanya pertemuan ini dapat menambah wawasan bagi para kepala dan pengelola perpustakaan di NTB dalam mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk mewujudkan kesejahteraan sosial,” katanya. (adi)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid