Target 70 Persen Vaksinasi di Loteng, TNI-Polri dan Pemda Terjunkan 150 Tim Vaksinator

APEL GABUNGAN: Kapolda NTB dan Danrem 162/WB, memimpin langsung apel gabungan tim vaksinator yang akan diterjunkan untuk target 70 persen vaksinasi di wilayah Loteng. (polda for radarlombok.co.id)

PRAYA–Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) bersama Korem 162/WB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) menggelar Apel Gabungan Tim Vaksinator, di Halaman Kantor Bupati, Praya, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (19/9).

Apel gabungan dilaksanakan sebagai upaya percepatan laju vaksinasi daerah pariwisata super prioritas (DPSP) untuk Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), yang akan menjadi sentral kedatangan turis, baik lokal maupun dari berbagai belahan dunia. Karena sebentar lagi akan diselenggarakan perhelatan World Super Bike, November dan MotoGP Tahun 2022 di Sirkuit MotoGP Mandalika.

Suatu daerah, baru dinyatakan mencapai herd immunity, apabila sudah berhasil mencapai target vaksin 70%. Selain itu target tersebut juga menjadi syarat Sirkuit MotoGP Mandalika yang dapat digunakan untuk semua event, baik Nasional maupun Internasional.

Kabupaten Lombok Tengah dimana merupakan tempat dibangunnya sirkuit MotoGp, menjadi salah satu perhatian pemerintah Pusat maupun Provinsi. Untuk itu, Polda NTB bersama semua Stakeholder pagi ini menggelar apel gabungan persiapan genjot vaksinasi di Loteng.

Dalam wawancaranya usai pimpin apel gabungan Vaksinator tadi pagi Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal S.I.K.,M.Si mengatakan, salah satu tugas kepolisian adalah melakukan supporting terhadap pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota yang ada, guna dapat secara bersama-ama melakukan penanganan Covid-19.

BACA JUGA :  WNA Penyelundup Narkoba Kabur dari Rutan Polda NTB

Mengacu pada data yang tercatat di Polda NTB, saat ini capaian vaksinasi di Loteng masih di angka 19,14 persen dari total penduduk Loteng yang layak menerima vaksin berjumlah 891.558. Artinya jumlah penduduk Loteng yang sudah divaksinasi baru 107.751 warga.

Sementara target warga yang harus tervaksinasi di Lombok Tengah untuk mencapai target 70% vaksinasi yang disyaratkan pemerintah pusat sebanyak 767.700 warga.

Untuk mencapai target itu 150 tim vaksinator diterjunkan di sel├╣ruh wilayah Lombok Tengah dengan jumlah persatu tim terdiri dari 6 hingga 7 orang dan akan ditempatkan di 139 Desa yang tersebar di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Tengah.

Kapolda NTB berharap agar pemerintah Pusat bisa memprioritaskan NTB untuk pengiriman vaksin sebab dirinya bersama Danrem 162/WB dan juga seluruh stake holder di NTB siap menyalurkan 41 ribu vaksin dalam sehari, terlebih di Lombok Tengah yang menjadi target vaksinasi massal yang digenjot mulai hari ini hingga 5 Oktober mendatang.

“Sudah kami target, satu hari minimal 41.018 warga Lombok Tengah dapat tervaksin, tentunya dengan Standar Operasional Prosedur yang tepat, cara-cara yang humanis, santun dan lain-lain,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pangkalan TNI AL Banjarmasin Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk Warga Pesisir

Ditempat yang sama, Sekda Provinsi NTB L Gita Ariadi mengungkapkan, stok vaksin sudah tidak ada masalah lagi, pihaknya telah memintakan 1,3 juta lebih vaksin untuk Lombok Tengah kepada pemerintah pusat.

“Ini kerja semesta, semua terlibat, TNI – Polri ada di garda depan. Kami Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, khususnya Lombok Tengah, full support kepada Kapolda dan Danrem, terhadap gebrakan-gebrakan yang akan dilakukan,” jelasnya.

Pihaknya siap mendukung kerja-kerja Kapolda dan juga Danrem, serta memastikan tidak ada vaksin yang akan tertahan. Begitu habis akan langsung dimintakan ke pusat, agar target tenggang waktu sampai 5 Oktober, target 70% vaksinasi tercapai di Lombok Tengah.

Demikian juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri secara detail menyebutkan, setidaknya ada sekitar 61 ribu lebih vaksin yang sudah didropping untuk Kabupaten Lombok Tengah.

“Kami sudah mintakan langsung , khusus untuk Lombok Tengah sejumlah 1.344.015 dosis vaksin kepada pemerintah Pusat, seperti pak Luhut dan juga langsung kepada Kemenkes untuk mensupport ini,” pungkasnya. (RL)