Tanjung Krisis Air Bersih

KRISIS AIR: Ardi, warga RT 14 RW 01 Kelurahan Tanjung menanti setetes demi tetes air yang keluar dari tangki penampungan air di lingkungannya.

KOTA BIMA-Pasca banjir, warga Kota Bima kesulitan mendapatkan air bersih. Krisis air bersih ini tidak hanya menimpa daerah yang terdampak secara langsung. Daerah yang tidak terdampak pun, merasakan sulitnya air bersih.

Kondisi ini dirasakan warga RT 14 RW 01 Kelurahan Tanjung. "Memang secara fisik, bangunan atau lingkungan kami tidak nampak. Tapi kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih," ujar Wawan, ketua pemuda setempat.

Dia mengaku, sempat meminta pasokan air bersih kepada mobil tangki. Namun hanya sekali diberikan, setelah itu tidak ada lagi suplai. "Sekarang tangki itu sudah kosong isinya," ujar Wawan sambil menunjuk tangki air berwarna biru berlambang Dinas PU.

Hamidah warga lain menuturkan, saat banjir lingkungannya hanya dialiri air saja. "Masuk ke rumah sih, tapi hanya setinggi mata kaki. Tapi saat ini kami sangat butuh air bersih," pintanya dengan nada sedih.

[postingan number=3 tag=”bima”]

Dia tidak berharap bantuan lain, karena mereka dianggap sebagai warga yang tidak terdampak banjir. "Seandainya air PDAM lancar, kami nggak akan minta bantuan pemerintah," ujarnya. Pasca banjir warga RT 14, harus mengantri di tengah malam untuk mendapatkan air yang berasal dari sumur BOR. Itu pun, kualitas air masih keruh dan sedikit asin. "Yang penting ada untuk keperluan mandi dan cuci," timpal Rita.

Berbeda dengan Inte, yang setiap hari mengambil air dari rumah mertuanya untuk keperluan sehari-hari. "Kebetulan rumah mertua saya ada di RT lain dan airnya lancar," ungkap Inte. (tin)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid