Tanggap Darurat Gempa Diperpanjang Tujuh Hari

Tanggap Darurat Gempa Diperpanjang Tujuh Hari
DARURAT: Masyarakat korban terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Gangga masih mengungsi di bawah tenda yang dibangun oleh warga setempat. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Berdasarkan hasil rapat Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan NTB, diputuskan tanggap darurat gempa bumi diperpanjang hingga tujuh hari ke depan. Perpanjangan ini dilakukan karena situasi korban terdampak gempa belum stabil, serta masih adanya gempa susulan berskala kecil. Tanggap darurat pertama pada 29 Juli-5 Agustus 2018. Adapun perpanjangan ini mulai 5-12 Agustus 2018. “Hasil rapat kita dengan Provinsi NTB kemarin, kita sepakat melakukan perpanjangan tujuh hari lagi, karena kondisi masyarakat korban bencana gempa bumi masih membutuhkan bantuan kemanusiaan,” ungkap Ketua Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi KLU H. Suardi kepada Radar Lombok, Jumat (3/8).

BACA JUGA: Gempa Susulan Kembali Hantui Warga

Selain karena kondisi yang belum stabil, pertimbangan perpanjangan tanggap darurat antara lain masih banyak bantuan masuk sehingga perlu didistribusikan ke masyarakat, tidak boleh menumpuk, dan harus dihabiskan selama tanggap darurat. Kemdian kondisi korban terdampak gempa juga masih dalam kondisi trauma sehingga dibutuhkan pemulihan trauma, pelayanan kesehatan, dan air bersih serta tempat tinggal. Selain itu, tim pada saat ini tengah melakukan pendataan rumah korban terdampak gempa. “Masih banyak persoalan belum tuntas kita lakukan sehingga melayani masyarakat supaya tidak komplain lagi,” tandasnya.

Dinas Sosial sendiri  bertugas menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Kemudian PDAM dibantu kepolisian, TNI, Pol PP, BPBD terus memperbaiki saluran perpipaan yang rusak. Sementara Dinas PUPR memperbaiki saluran irigasi, Dinas Kesehatan dan RSUD turun memberikan pelayanan kesehatan dan lainnya. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut