Tampilkan Seharga Ratusan Juta, Koi Kohaku Dibanderol Rp 27 Miliar

Koi Kohaku Dibanderol Rp 27 Miliar
KONTES: Tampak para juri saat menilai ikan koi yang ikut dilombakan dalam kontes ikan koi tingkat nasional di Mataram Mall.( SUDIRMAN/RADAR LOMBOK)

MELIHAT KONTES IKAN KOI TINGKAT NASIONAL DI MATARAM MALL

Para pecinta ikan koi menyelenggarakan kontes lomba ikan koi di Mataram Mall, selama tiga hari kemarin. Kontes bertaraf nasional menghadirkan ratusan jenis ikan koi dari berbagai daerah di Indonesia.

SUDIRMAN – MATARAM

RATUSAN pecinta ikan koi berkumpul di lantai satu Mataram Mall, Sabtu pagi (31/8). Para pecinta ikan koi dari berbagai daerah di Indoensia ini sedang mengikuti kontes lomba ikan koi. Ada ratusan jumlah pesertanya. Begitu pula dengan ikannya, ada ratusan jenisnya.

Mereka tampak tak jauh dari ikannya. Mereka mendapingi ikan kesayanganya untuk ikut kontes.   Ikan koi yang memiliki beragam corak ini dinilai membawa hoki bagi pemiliknya.

   Kontes yang berlangsung selama tiga hari ini berlangsung sejak tanggal 30 Agustus sampai 1 September. Kontes ini menghadirkan para penghobi, pedagang/bisnis (dealer), peternak/breeder, hingga kolektor ikan koi hadir dalam acara ini. Ratusan pecinta ikan koi dari berbagai daerah di Indonesia mengukuti kontes koi tingkat nasional yang digelar.

Selain beradu kualitas, kontes ini juga bertujuan mendokrak pasar ikan koi Indonesia yang memiliki kualitas ekspor. Tentunya dengan harga bisa mencapai jutaan hingga ratusan juta rupiah, bahkan miliaran rupiah. ‘’Ada 330 ikan koi dari seluruh Indonesia yang hadir,’’ kata ketua panitia kontes ikan koi, Salim Pujianto kepada Radar Lombok, Sabtu (31/8).

Kata Salim, event ini baru pertama kali diselenggarakan di Kota Mataram. Event ini akan diupayakan untuk diselenggarakan setiap tahunnya. Mengingat, ajang bergengsi ini snagat positif untuk memopulerkan eksistensi ikan koi.

Di samping itu, eksistensi ikan koi cukup menjanjikan. Bukan hanya soal bisnisnya, tapi juga budidaya, pencinta, dan lainnya sehingga mampu menyejahterakan masyarakat. Apalagi, eksistensi di Lombok sudah mulai diminati. ‘’Pembudidayanya sendiri kalau di Lombok, itu ada di Lombok Timur,’’ sebut Salim.

Cuma saja, ujarnya, ikan koi yang dipamerkan dalam kontes itu sifatnya masih harga lokal saja. Yakni dari harga puluhan hingga ratusan juta rupiah. Beda halnya dengan kontes ikan koi bertaraf internasional, biasa akan menghadirkan ikan seharga miliaran rupiah. ‘’Tahun 2018 lalu, kontes ikan koi di Jepang, menawarkan harga miliaran rupiah,’’ ujar Salim.

Ikan ini, sambung Salim, bernama ikan Kohaku. Ikan asal negara Jepang itu dibanderol seharga Rp 27 miliar pada kontes tahun 2018 silam di Jepang. Ikan ini termasuk ikan termahal di dunia.

Karenanya, kontes ini akan tetap diselenggarakan di Lombok setiap tahunnya. Karena potensi ikan koi ini sangat menjanjikan. ‘’Potensi ikan koi di Lombok tidak kalah jauh dengan dengan ikan koi daerah lain,’’ tandasnya.

Salim menambahkan, dalam kontes ikan ikan koi bertaraf nasional kemarin dihadiri perwakilan 25 daerah di Indonesia. Di antaranya Kota Mataram 24 peserta jumlah ikan 136 ekor, Bali 27 peserta jumlah ikan 90 ekor, Lombok Barat 7 peserta jumlah ikan 28 ekor, Lombok Timur 9 peserta jumlah ikan 16 ekor, Pekanbaru 1 peserta membawa 13 ekor, Bandung 3 peserta membawa ikan 9 ekor, Jakarta 5 peserta membawa 6 ekor, Samarinda 1 peserta membawa 6 ekor, Pinang 1 peserta membawa 4 ekor, Sumbawa 1 peserta membawa 4 ekor, Karawang 2 peserta membawa 3 ekor, Semarang 2 peserta membawa 3 ekor, Surabaya 3 peserta membawa 3 ekor, Probolinggo 1 peserta membawa 2 ekor, Denpasar 1 peserta membawa 1 ekor,  Jogjakarta 1 peserta membawa 1 ekor.

Selanjutnya, Banda Aceh 1 peserta membawa 1 ekor, Kudus 1 peserta membawa 1 ekor, Bagan  Batu 1 peserta membawa 1 ekor, Palembang 1 peserta membawa 1 ekor, Riau 1 peserta membawa 1 ekor, Tangerang 1 peserta membawa 1 ekor, Tuban 1 peserta membawa 1 ekor, dan Medan 1 peserta membawa 1 ekor.

Salah satu penghobi ikan koi, Hidayat menyambut baik kontes ikan koi bertaraf nasional ini.   Para pencinta ikan koi bukan sekadar melihat siapa menang maupun kalah. Tapi ajang silaturahmi dan berbagi ilmu. ‘’Semua peserta memperlihatkan ikanya dari kecil sampai ukuran jumbo,’’ katanya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, Hj Baiq Sujihartini menambahkan, kontes ikan koi digagas bersama para pencita ikan koi di Kota Mataram. Ke depan, kontes ini akan lebih besar lagi. Sehingga bisa membangkitkan kalangan pembudidaya di Kota Mataram. ‘’Kita berikan suport dan ruang bagi para pencita ikan koi,’’ ucapnya. (**)