Tambang Batu Apung Renggut Nyawa Idrus

Tambang Batu Apung Renggut Nyawa Idrus
TEWAS: Inilah kondisi tambang batu apung yang merenggut nyawa bocah 12 tahun, M Idrus asal Lantas Daye Desa Lantan Kecamatan BKU, Kamis (27/2).(ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Malang menimpa Muhamad Idrus, bocah 12 tahun asal Dusun Lantan Daye Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara (BKU). Nyawanya tidak bisa tertolong setelah tertimpa reruntuhan tanah tambang batu apung di wilayah kampung. Kejadian nahas itu menimpa korban sekitar pukul 10.10 Wita, Kamis (27/2).

Kejadian itu bermula sekitar pukul 08.00 Wita, korban mendatangi lokasi galian bersama ibunya Suryani. Korban juga ditemani kakenya dan neneknya Rusidi dan Mariana. Sesampainya di lokasi tambang, korban dan yang lain langsung menggali batu apung menggunakan cangkul.

Sekitar dua jam menambang, tiba-tiba lubang galian ambruk dan menimpa korban serta penggali lainya. Namun hanya korban sendiri yang tertimbun tanah dalam reruntuhan itu. Melihat kejadian itu, Mariana dengan panik meminta tolong kepada masyarakat sekitar. Idrus kemudian dievakuasi masyarakat sekitar dan dilarikan ke Puskesmas Teratak. ‘’Tapi menurut keterangan warga, korban sudah meninggal dunia ketika dilarikan ke puskesmas,’’ ungkap Kapolsek BKU, AKP I Komang Ronoka, kemarin.

Ronoka membeber, korban diduga meninggal dunia akibat sejumlah luka yang dideritanya akibat reruntuhan. Bocah malang ini mengalami luka memar di bagian pelipis sebelah kiri, bahu kanan, dan perut. Korban juga mengalami pendarahan dari lubang hidung dan telinganya. “Berdasarkan keterangan ibu korban, tambang batu apung itu sudah dilakukan Rusdi sejak sekitar sebulan lalu. Dan selama itu pula korban ikut menambang,’’ sebut Ronoka.

Atas kejadian ini, kata Ronoka, orang tua korban dan keluarganya menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka tak keberatan atas meninggalnya korban dan tak bersedia untuk diotopsi. Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan tidak keberatan serta tidak bersedia diotopsi. “Kita berharap agar kejadian ini dijadikan sebagai pembelajaran warga agar lebih berhati- hati dan tidak melibatkan anak dalam bekerja. Kita juga masih mendalami apakah lokasi tambang ini sudah berizin atau tidak,” terangnya. (met)