Talud Kali Jangkuk Ampenan Kembali Ambrol

Talud Kali Jangkuk Kembali Ambrol
Ambrol : Talud di pinggir sungai jangkuk di Kelurahan Kebon Sari Kecamatan Ampenan Ambrol pada malam rabu (31/1) lalu. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Tanggul sungai Jangkuk tepanya di sebelah kantor Kelurahan Kebon Sari Kecamatan Ampenan Jebol dihantam derasnya dan tingginya debit air di sungai jangkuk sejak rabu malam lalu.

Jebolnya tanggul ini adalah yang kedua kalinya dalam dua  pekan terakhir ini, kemarin tanggul sepanjang kurang lebih 20 meter ambrol disebalah selatan kali dikelurahan Dasang Agung, sekarang ini tanggul Ambrol lagi bahkan lebih para dari sebelumnya karena akibat dari tanggul ambrol ini merusak sebagian jalan, sehingga jalan di ini tutup sementara untuk tidak dilalalui kendaraan roda empat.

Ketua Kominitas Peduli Singai (KPS) Kebon Sari Fathul Arifin menjelaskan kejadian kejadian ambrolnya talud terhadi sekitar pukul 07.00 malam saat hujan sedang derasnya.” Kejadiannya sekitar pukul 7 malam,” katanya.

Lurah Kebon Sari M. Faisal berharap kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) agar mau melakukan perbaikan secara menyeluruh untuk yang ada dikawasan tersebut. Karena keberadaan talud tanggul tersebut tidak ada pengamannya di bawah sehingga dengan sangat mudah tergerus air sehingga menyebabkan tanggul ambrol bahkan sampai ke badan jalan.” Kalau bisa diperbaiki secara keseluruhan,” katanya.

Mendengar permintaan Lurah, Pengamat Perairan BWS Nusa Tenggara Satu yang hadir dilokasi menyampaikan kalau pihaknya akan mengusulkan untuk perbaikan tanggul tersebut agar kembali seperti semua. Ia menyebutkan ambrolnya talud ini lebih disebabkan karena faktor alam, sebab kalau disebabkan karena kondisi bangunan,  hal ini dinilai tidak mungkin  karena karena kondisi bangunan yang tidak sesuai standar, seharuny tanggul ini ini sudah jebol sejak lama. Sedangkan tanggul ini sudah dibangun sejak tahun 2015 lalu.” Penyebabnya lebih kepada faktor alam, bukan faktor kualitas tanggul,” kata Endang Wahyudi.

Semua kerusakan tanggul akan diperbaiki oleh BWS baik yang ada disebelah utara maupun selatan. Sementara itu Wakil Wali Kota Mataram melihat masalah ambrolnya tanggul tersebut lebih kepada faktor alam yang dimana memang pada malam rabu kemarin debit air dan hujan yang terjadi secara menyeluruh di Kota Mataram. Tidak hanya di Kota Mataram saja melainkan di Lombok Barat kondisi hujan juga sama, kalau di wilayah hulu hujannya lebat sudah dampaknya kepada Kota Mataram yang berada dihilir.” Hujan kemarin itu memang menguji kualitas tanggul di sungai jangkuk,” katanya.

Pihaknya dari Pemkot Mataram akan berusaha untuk melakukan kordinasi dengan pihak BWS agar bisa melakukan perbaikan terhadap kondisi tanggul sugai jangkuk yang sudah rusak dihantam air.

Saat ini Pemkot Mataram sudah mengupayakan perbaikan terhadap semua jenis saluran yang ada di Kota Mataram, saat ini Mohan mengklaim kalau kondisi saluran derainase yang ada di Kota Mataram sudah lebih baik dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya. Buktinya meskipun kemarin terjadi beberapa genangan atau banjir yang ada hampir disemua wilayah terendam banjir, namun kondisi tersebut tidak terjadi terlalu lama,  karena hanya dalam waktu beberapa jam air perlahan-lahan surut.” Kami bukan maksud membela diri, tapi memang kondisi hujan yang kemarin itu cukup besar,” katanya.

Kalau sudah kondisi ini terjadi ditambah dengan air kiriman dari Lombok Barat, sedangkan di pantai dalam kondisi gelombang tinggi, otomatis kiriman air dari beberapa sungai besar yang ada di Kota Mataram tidak bisa mengalir ke laut, sehingga menyebabkan terjadinya banjir rob di sepanjang wilayah pesisir di Kota Mataram.(ami)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut