Tak Mampu Bayar Ambulans Desa, Nursadi Dibantu Ambulans Polres

Kades Rempek Klaim Ambulans Desa Gratis

ambulans desa
Nursadi (52) warga Dusun Jelitong Desa Rempek Kecamatan Gangga dibawa ke RSUD KLU menggunakan Ambulans Polres Lotara. (POLRES FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Nursadi (52) warga Dusun Jelitong Desa Rempek Kecamatan Gangga ditemukan dalam kondisi terkulai lemas di kediamannya oleh Bhabinkamtibmas Desa Rempek Brigadir Abdullah, Kamis (26/7).

Ayah dua anak yang kesehariannya bekerja sebagai buruh di kebun itu diketahui pernah terjatuh dari pohon kelapa tahun 2017. Melihat kondisi yang cukup memprihatinkan, Brigadir Abdullah pun berinisiatif membawa Nursadi ke RSUD Tanjung. “Nursadi kini sudah ditangani di ruang rawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung. Kami minta bantuan ke Polres Lotara (Lombok Utara) untuk mengantar Nursadi menggunakan mobil ambulans milik Polres Lotara sekitar pukul 11.00 WITA langsung dikirim ke RSUD Tanjung,” ungkap Brigadir Abdullah.

Keluarga Nursadi mengaku sudah tidak memiliki biaya lagi untuk meminta jasa Ambulans Desa karena selalu dimintai bayaran. Lantas kemudian meminta bantuan Ambulans Polres Lotara.

Sementara itu, Radito yang merupakan adik Nursadi kepada wartawan mengungkapkan, Nursadi terkulai lemas sejak terjatuh dari pohon kelapa sekitar 10 bulan lalu. Sempat dirawat di RSUD Tanjung selama tujuh malam. Nursadi terluka di bagian organ pinggang.  “Karena jatuh dari ketinggian mengakibatkan saluran pecah kandung kemih, selain luka sobek juga. Dokter RSUD Tanjung mendiagnosa kakak saya seperti itu,”ungkapnya.

BACA JUGA: Lebih Bagus Minum Air Rebusan atau Galon? Ini Penjelasannya…

Lebih lanjut diceritakannya, selama tujuh hari perawatan di RSUD Tanjung tidak ada tanda-tanda perubahan membaik hingga rencana operasi muncul, namun batal karena ada luka luar yang harus di sembuhkan dahulu. Selama tujuh hari itu pihak RSUD menyarankan untuk berobat jalan sembari menyembuhkan luka luar.