Tak Ada Tempat Bagi Pejabat yang tidak Mau Berkolaborasi

DILANTIK: Bupati H. Fauzan Khalid melantik pejabat eselon II, III dan IV di aula kantor Bupati Lombok Barat kemarin (IST/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid, mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak bekerja normatif. Mereka harus punya terobosan-terobosan cemerlang untuk daerah. Hal ini disampaikan bupati saat melantik 23 pejabat yang terdiri dari pejabat eeselon II, III dan IV di aula kantor Bupati Lombok Barat kemarin. Ia mengingatkan kepala OPD bahwa tidak ada tempat bagi pejabat yang sekedar menikmati jabatan dan melaksanakan program normatif dan yang sudah tertulis.

Bupati melantik para pejabat didampingi Sekda H. Baehaqi. Ada dua orang yang dilantik sebagai kepala OPD. Masing-masing Lalu Najamudin sebagai staf ahli. Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Dinas PUPR. Berikutnya adalah Damayanti yang dilantik menjadi kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP). Sebelumnya ia menjabat Sekretaris Dinas Pertanian Lombok Barat.

BACA JUGA :  Fauzan Khalid Ingatkan Pelindo untuk Segera Bayar Pajak

Fauzan mengingatkan, tidak ada tempat bagi siapapun yang hanya menikmati sebuah jabatan. “Tidak ada tempat bagi siapapun yang sekedar menikmati sebuah jabatan, tidak ada tempat bagi siapapun yang hanya menjalankan program yang tertulis, yang sekadar program normatif,” tegasnya.
Ia lalu menyoroti pejabat yang melaksanakan program normatif tanpa melihat dan mengkaji serta bertujuan lebih memaksimalkan program yang sudah dibuat. “Saya berharap jangan terpaku pada program namun harus memiliki kreativitas, inovasi yang semuanya harus didasari semangat kolaborasi dan kebersamaan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Terseret Ombak, Wisatawan Asal Medan belum Ditemukan

Kondisi pandemi ini misalnya, memberi pelajaran perlunya kolaborasi. “ Kita tidak boleh ego sektoral, harus berkolaborasi, dan orientasi pada tujuan yang dituju,” tegasnya. Dua pejabat eselon II yang dilantik ini merupakan hasil Pansel yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu.(ami)