Tak Ada Randis Baru untuk Bupati dan Wabup

RANDIS: Bupati KLU Djohan Sjamsu dan Wakil Bupati KLU Danny Karter Febrianto Ridawan masih menggunakan randis lama. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Kendaraan dinas (randis) Fortuner yang diadakan Bagian Umum Setda Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada 2018 untuk Wakil Bupati Sarifufudin saat itu, sempat tidak terpakai. Sarif tidak mau memakai karena masih suasana gempa. Kemudian Fortuner seharga Rp 600 juta itu dipinjam pakai oleh Kapolres KLU. Dan kini, Fortuner itu sudah diambil lagi oleh Bagian Umum untuk dipergunakan oleh Bupati KLU Djohan Sjamsu. “Sudah kita ambil seminggu lebih, dan sekarang dipakai oleh Pak Bupati,” ungkap Kabag Umum Setda KLU Dende Dewi kepada Radar Lombok, Selasa (16/3).

Sementara Fortuner lama yang kerap dipergunakan pimpinan, masih diperbaiki di bengkel. Kemungkinan akan digunakan oleh Wabup KLU Danny Karter Febrianto Ridawan. Untuk saat ini, Danny menggunakan Mobil Isuzu yang sebelumnya dipakai Kasat Pol PP dan Damkar.

Soal mobil Wabup ini, diakui hanya mobil sekelas kepala OPD, tak sebanding dengan jabatan kepala daerah. Dende memastikan, jika Fortuner yang diperbaiki sudah selesai diperbaiki, akan dipakai oleh Wabup Danny, dan Mobil Isuzu akan dikembalikan lagi ke Satpol PP.

Sementara Mobil Camry yang sempat digunakan mantan Bupati KLU Najmul Akyar, kini digunakan oleh Bupati Djohan. Lazimnya memang setiap pimpinan baru harus berganti kendaraan, namun melihat kondisi anggaran, tidak memungkinkan mengadakan randis baru. Dan pimpinan daerah pun menerima randis yang ada.

Jika ke depan anggaran memungkinkan, maka tentu diadakan randis baru, lalu randis lama dilelang kepada mantan bupati dan wabup periode sebelumnya sebagai bentuk penghargaan. “Kalau sekarang, pimpinan daerah masih ingin menggunakan yang ada saja, karena kondisi keuangan daerah kalau mengadakan randis baru. Jika dibandingkan dengan daerah lain, hanya Lombok Utara yang randis pimpinan daerahnya tidak baru,” ucapnya. (flo)