Tak Ada Massa Aksi 212 Lewat Lembar

LEMBAR : Pihak kepolisian menegaskan tidak ada pergerakan massa dari Pelabuhan Lembar menuju Jakarta dalam rangka mengikuti aksi 2 Desember (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Kapolres Lombok Barat AKBP I Wayan Jiartana menyebut belum ada pergerakan massa khususnya dari Lombok Barat ke Jakarta melalui Pelabuhan Lembar untuk mengikuti aksi 2 Desember (212). “ Sampai saat ini belum ada (pergerakan) terkait dengan 2 Desember,” ungkap Wayan saat ditemui di Polres Lobar, Selasa (29/11).

Di Pelabuhan Lembar sendiri saat ini sudah ada pos pengamanan untuk mengimbangi Operasi Lilin dalam rangka Natal dan tahun baru. Pos pengamanan ini juga melakukan monitoring apabila ada pergerakan massa melalui Pelabuhan Lembar. “Pos pengamanan ini sampai tanggal 4 Januari. Sejauh ini belum ada (pergerakan),” ungkapnya.

Namun berdasarkan pengalaman aksi 4 November lalu, juga tidak ada pergerakan massa dari Lobar ke Jakarta, ataupun dilakukannya aksi serupa di Lobar. Termasuk yang diprediksi pada 25 November kemarin, tidak ada aksi di Lobar. Dalam arti Lobar kondusif. “Jadi mungkin masyarakat kita sepenuhnya menyerahkan kepada proses hukum yang dilakukan di Jakarta. Saya sangat berterima kasih kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda yang mau mendukung kita, sama-sama menjaga,” terangnya.

Pihak Polres, Polsek dan jajaran sendiri lanjut Wayan juga intens turun ke lapangan berkomunikasi dengan masyarakat menyampaikan maklumat yang dikeluarkan Kapolda NTB tentang penyampaian aspirasi atau pendapat di muka umum. Selain itu memang pada 7 Desember nanti akan digelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Lobar. “Jadi tidak semata-mata karena aksi 2 Desember kita turun ke tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda tetapi karena 7 Desember akan ada Pilkades serentak, yang juga kita harus amankan,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk Pilkades serentak nanti, pihaknya sudah menyiapkan 142 personel untuk ditempatkan di 142 Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 12 desa yang menjadi wilayah Polres Lobar. Artinya masing-masing TPS dikawal satu personel, tidak seperti pemilu yang biasanya dua TPS satu personel. Itu di luar bhabinkantibmas. Bhabinkantibmas sendiri bertugas melakukan mobile di wilayahnya. “Kemudian kita juga ada tambahan pasukan cadangan tiga peleton, masing-masing peleton 30 personel, jadinya 90 personel untuk pasukan cadangan,” tandasnya. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid