Tak Ada Anggaran, Jalan Rusak di Tegal Maja Ditambal Sabut Kelapa

RUSAK PARAH: Ruas jalan di Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung rusak parah akibat tidak pernah diperbaiki. Tampak jalan ditambal sabut kelapa. (IST/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Banyak ruas jalan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dalam kondisi rusak. Namun pemda belum punya anggaran yang cukup untuk memperbaiki seluruhnya. Misalnya saja ruas jalan di Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung.

“Ruas jalan di Desa Tegal Maja menjadi akses pendidikan menuju SDN 4 Tanjung dan tiga akses menuju tempat ibadah vihara, serta jalur perekonomian mengalami rusak berat, sulit dilintasi,” ungkap warga setempat, Surdianto kepada Radar Lombok, Minggu (6/3).

Diungkapkan, pada 2020 tokoh masyarakat dan pemuda pernah melaksanakan rapat dengan pemilik lahan perkebunan dan pekarangan untuk perbaikan dan pelebaran jalan.

Ada wacana dari pihak pemerintah akan melaksanakan pelebaran jalan tersebut pada awal 2022 dan masyarakat menyambut baik, sehingga sepakat menghibahkan lahan. Sayangnya, sudah ditunggu bertahun-tahun tak kunjung terealisasi. “Kami mengharapkan agar pemangku kebijakan mengawal apa yang dijanjikan kepada masyarakat pada waktu itu,” terangnya.

BACA JUGA :  Heboh, Ini Penyebab Ibu Rumah Tangga di Tanjung Gantung Diri

Ia juga menyinggung, bahwa saat ini Bagian ULP Setda KLU sudah tender 10 proyek peningkatan ruas jalan dengan anggaran Rp 38,3 miliar. Sayangnya, pada dana yang cukup besar itu tidak ada di Tegal Maja.

Akibatnya, setiap tahun ketika jalan itu rusak parah saat musim hujan, warga swadaya urunan beli material dan melakukan gotong rotong untuk memperbaiki. Namun pada saat covid-19 ini, ekonomi masyarakat lumpuh, sehingga sangat sulit untuk urunan memperbaiki jalan rusak itu lagi. Untuk itu, agar jalan tetap bisa dilewati, warga hanya bisa menimbun dengan sabut kelapa. “Tetapi kami tetap menjadi masyarakat yang baik dalam kondisi saat ini bahkan kami mengajak kepada pihak pemerintah daerah dan pihak berwajib sesekali untuk melihat lokasi langsung dan merasakan jalan tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD KLU Artadi mengatakan, apa yang disampaikan oleh masyarakat tentu merupakan harapan bersama. Pihaknya berupaya agar jalan-jalan yang rusak dapat diprogramkan oleh pemerintah daerah. Hanya saja, melihat kondisi keuangan saat ini, tidak mampu mengakomodir semua jalan rusak. “Begitu banyak ruas jalan KLU masih rusak, tentu butuh waktu di samping anggaran terbatas,” ujarnya.

BACA JUGA :  Heboh, Ini Penyebab Ibu Rumah Tangga di Tanjung Gantung Diri

Yang bisa dilakukan oleh pemda sekarang adalah menjemput anggaran dari pusat. Pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas PUPR untuk meminta jalan-jalan yang rusak parah, khususnya untuk akses ekonomi dan pendidikan diprioritaskan dibangun.

Di samping itu, pihaknya meminta agar pengerjaan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung seperti talud dan saluran air agar jalan tidak cepat rusak. “Kenapa jalan kita baru di aspal cepat sekali rusak? Itu akibat dari tidak ada pelengkap jalan yang dibangun seperti saluran air atau talud jalan,” pungkasnya. (flo)