Tahun Mau Berakhir, Capaian PAD Lobar Baru 58 Persen

PAD : Tahun anggaran mau berakhir, realisasi PAD Lombok Barat masih di angka 50 persen lebih sedikit

GIRI MENANG- Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Barat tahun 2019 hingga bulan September masih jauh dari target yakni baru 58 persen atau sekitar 157 miliar dari target Rp 275 miliar. Dengan sisa waktu tinggal tiga bulan, kalangan DPRD pesimis target PAD tercapai.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Barat Hj. Nurul Adha meminta bupati menggenjot kinerja kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi sektor penghasil PAD untuk lebih bekerja keras.”Bupati harus bisa meminta OPD penghasil PAD lebih kerja keras lagi,” ungkapnya kemarin.

Kalau kepala OPD itu tidak bisa bekerja atau tidak bisa berinovasi menggenjot PAD, bupati diminta melakukan evaluasi.” OPD penghasil PAD harus dievaluasi. Bila perlu segera diganti dan ditetapkan kepala yang definitif,” ungkap politisi PKS ini.

Karena saat ini beberapa OPD yang menjadi sumber penghasil PAD masih dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt). Seperti Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), Dinas  Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMP2TSP) serta beberapa dinas yang lainnya.”Dua OPD ini harus segera ditetapkan pimpinan definitifnya,” tambahnya.

Apalagi ini berkaitan erat dengan rencana Pemkab Lobar mengajukan pinjaman. Tentu kepala dinas yang berhubungan langsung dengan PAD harus orang yang inovatif dan memiliki program-program yang tepat sasaran agar PAD tahun 2020 nanti bisa melebihi PAD tahun 2019. Karena jika rencana berutang Rp 150 miliar itu jadi, maka Pemkab harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 46 miliar per tahun untuk membayar cicilan. OPD penghasil PAD harus diisi oleh orang-orang yang kompeten agar mereka bisa bekerja lebih efektif. Bila perlu pimpinan OPD bisa ditetapkan sebelum penetapan APBD 2020. Tujuannya agar mereka bisa membahas dan memasang sendiri target PAD mereka. Kalau mutasi dilakukan setelah penetapan PAD, dan yang memasang target tersebut adalah kepala yang lama, maka otomatis pimpinan yang baru harus melakukan penyesuaian dulu tidak bisa langsung bekerja.”Kondisi ini harus diperhitungkan bupati, sehingga perlu secepatnya dilakukan mutasi,” tegasnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala Badan Penerimaan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lobar H. Darsapardi menjelaskan, sampai saat ini PAD baru tercapai sekitar Rp 58 persen dari total target Rp 275 miliar. Dari sisa waktu tinggal tiga bulan, diharapkan bisa meningkat terutama dari sektor pariwisata. Karena pada bulan Agustus lalu tingkat setoran sudah mulai naik. Dimana pada bulan Agustus masuk setoran sekitar Rp 24,6 miliar. Terkait peningkatan PAD pada tahun 2020, pihak Bapenda sudah menyiapkan beberapa program salah satunya melakukan sensus Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan mengumpulkan semua potensi pajak yang ada di Lombok Barat.(ami)

 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid