Tahun Ini Target Investasi di Lotim Sebesar Rp 3 Triliun

DILIRIK : Keberadaan Pelabuhan Labuhan Haji adalah salah satu sektor kelautan yang dilirik oleh banyak investor besar.(M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG- Tahun ini Pemkab Lotim menargetkan capaian investasi sebesar Rp 3 triliun. Tahun lalu target sebesar Rp 2 triliun lebih dan diklaim realisasinya tertinggi di NTB.

Untuk memenuhi target investasi dengan angka yang besar ini, Pemkab membuka pintu selebar-lebarnya bagi investor baik untuk sektor pariwisata, kelautan, kesehatan dan banyak lainnya. Tapi semua itu tentu ada catatan dimana. Investor yang dimaksud adalah investor yang benar-benar serius berinvestasi.

Salah satu yang paling banyak dilirik oleh investor adalah Pelabuhan Labuhan Haji. Sejak awal pelabuhan ini memikat para investor besar dari luar daerah. Baik itu yang berminat untuk menggunakan jasa untuk pengembangan usaha ikan, dijadikan pelabuhan penyeberangan ke Sumbawa dan pemanfaatan jasa lainnya.”Kalau penyeberangan ke Pelabuhan Sumbawa Barat tidak cukup pakai kapal yang biasa saja,” kata Bupati Lombok Timur HM. Sukiman Azmy belum lama ini.

Baca Juga :  Koperasi Lotim Siap Bersaing di Era Digital

Sebelumnya, Kepala Dinas Perizinan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lombok Timur, Muksin mengatakan, berbagai sektor terus digarap untuk memenuhi capaian investasi tahun ini . Bagi investor yang serius pastinya akan diberikan kemudian dan juga dipastikan harus dijamin keamanan selama berada di Lotim.”Target investasi Lotim naik 1000 persen pada 2021 dikarenakan melampaui target realisasi investasi pada 2020 senilai Rp 2,6 triliun dari target yang hanya Rp417 miliar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pariwisata ini tak dipungkiri merupakan sektor yang punya potensi besar untuk mendatangkan investor. Itu dilihat jumlah investor yang telah mulai banyak masuk berinvestasi di sektor pariwisata. Terutama di bagian wilayah selatan Lotim yang merupakan daerah penyangga KEK Mandalika.” Kita berharap pandemi ini bisa segera tertangani terlebih setelah mulai digencar dilakukan vaksinasi. Dengan demikian maka investasi di sektor pariwisata ini terlaksana sesuai harapan,” lanjut Muksin.

Baca Juga :  Lotim Siap Selenggarakan Lari Internasional di Sembalun

Di tengah banyak investor masuk, tentunya harus didukung dengan kondisi daerah yang kondusif. Dalam arti para investor ini harus diberikan rasa aman tanpa ada pihak yang mengganggu. Hal ini tentunya dibutuhkan kerjasama yang baik dengan semua pihak terutama yang ada di bawah.” Kita semua harus memahami hal ini sehingga nantinya ketika digelarnya MotoGP,” tutupnya.(lie)