Tahun Ini Pabrik Pakan Akan Terwujud

Nuryanti
Nuryanti

MATARAM – Industrialisasi pakan ternak di NTB yang digadang-gadangkan beberapa waktu lalu, akan segera terwujud. Nantinya rencana tersebut dapat mendukung program kampung unggas, mandiri telur dan daging hingga penyerapan hasil jagung petani.

“Tahun ini akan dibangun pabrik pakan dan ini bisa untuk menyerap produksi jagung petani kita,” kata Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, Sabtu (30/5).

Nantinya, dengan adanya industrialisasi pakan ternak tersebut. Maka pasar untuk produksi jagung diharapkan bisa lebih beragam. Seperti dengan diolah terlebih dahulu di dalam daerah sebelum diekspor. Sehingga dapat menambah nilai jual petani.

“Selain itu juga kehadiran pakan ternak ini, untuk mendukung program kampung unggas menuju NTB mandiri telur dan daging,” tuturnya.

Namun, ditengah berlangsung pandemi virus Corona (Covid-19) rencana pembangunannya perlu di sesuaikan. Diantaranya penyesuaian dari segi anggaran dialokasikan untuk proyek tersebut. Tak hanya itu, penyesuaian lain pun saat ini masih dalam proses pembahasan. Yakni lokasi pabrik akan didirikan. Mengingat, sebelumnya STIP Banyumulek Lombok Barat dipilih sebagai tempat pembangunannya, tetapi kemungkinan akan dipindahkan.

“Kami finalkan anggarannya dulu baru proses yang lain. Kemarin kan direalokasikan, jadi perlu ada beberapa penyesuaian,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, H. Husnul Fauzi mengakatan, dengan adanya industrialisasi pakan ternak ditargetkan terwujud tahun ini. Maka penyerapan produksi jagung NTB tidak akan terkendala.

“Investasi pabrik pakan untuk (pengolahan) 50 ton (jagung) sehari. Artinya 1.500 ton per bulan. Itu antisipasi kita sebagai ndustrialisasi di bidang pertanian,” katanya.

Apalagi serapan produksi jagung NTB terbilang kurang. Karena kondisi pandemi covid-19. Dimana pabrik pakan terpaksa mengurangi serapan jagung mereka di petani. Tetapi untuk harganya tidak mengalami penurunan.

“Makanya ini sekarang karena permintaan pakan ternak itu berkurang. Jadi serapannya berkurang, tapi kemarin jagung kita sudah melakukan ekspor juga,” imbuhnya. (dev)