Tahun Baru, Konsumsi Pertalite Naik 40 Persen

ILUSTRASI PERTALITE

MATARAM–Pada periode penyaluran Natal dan Tahun Baru (Nataru) 19 Desember 2016 – 2 Januari 2017 lalu, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) khusus Pertamina jenis Pertalite dan Pertamax meningkat diatas rata-rata harian normal. Bahkan untuk konsumsi BBM Pertalite di NTB meningkat hingga 40 persen dari hari normal.

Area Manager Communication Relation Jatimbalinusra, Heppy Wulansari menyebut bahwa dua bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertalite da Pertamax selama liburan akhir tahun mendapat perhatian masyarakat dengan meningkatnya konsumsi diatas 10 persen.

“Meningkatnya konsumsi BBM non subsidi menunjukkan masyarakat memahami kualitas terbaik untuk kendaraan mereka. Masyarakat semakin mempercayakan bahan bakar kendaraannya dengan BBM non subsidi,” kata Heppy, Rabu (4/1).

Peningkatan konsumsi Pertalite di NTB selama musim liburan akhir tahun meningkat hingga 40 persen dari hari normal. Begitu juga dengan konsumsi BBM jenis Pertamax yang merupakan BBM non subsidi dari Pertamina meningkat juga hingga 22 persen dari hari normal.

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Sementara itu, justru konsumsi untuk Premium mengalami penurunan sebesar 3 persen selama liburan akhir tahun hingga tanggal 2 Januari 2017. Begitu juga dengan konsumsi untuk BBM jenis Solar yang juga mengalami penurunan konsumsi di Provinsi hingga 3 persen.

Untuk penurunan konsumsi BBM jenis Solar, Heppy mengakui jika musim libur panjang, justru angkutan umum, termasuk truk pengangkut barang berkurang yang operasional. Akibatnya konsumsi untuk BBM jenis Solar ini kecenderunganya menurun disaat musim libur panjang termasuk libur akhir tahun 2016/2017.

Lebih lanjut Heppy mengatakan, secara umum di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara untuk produk BBM jenis Pertalite semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat mengalami peningkatan 10 persen dari rata-rata harian normal di wilayah Marketing Operation Region V Jatim Balinus, sedangkan Pertamax dengan RON92 mengalami kenaikan sebesar 7 persen  dari rata-rata harian normal Pertamina MOR V.

Konsumsi Pertalite di MOR V Jatim Balinus meningkat 10 persen dari rata-rata harian normal menjadi 6.471 kilo liter (KL). Sedangkan Pertamax meningkat 7 persen dari rata-rata harian normal menjadi 3.956 KL. Meningkatnya konsumsi BBK jenis Pertalite dan Pertamax menunjukkan bahwa konsumen sangat memperhatikan kualitas dan performa bahan bakar untuk kendaraannya.

Peningkatan konsumsi Pertalite terbesar terjadi di daerah wisata Bali dan Nusa Tenggara Barat sebesar 40 persen dari rata-rata harian normal. Sementara untuk Pertamax, wilayah yang mengalami kenaikan paling tinggi adalah di Nusa Tenggara Barat sebesar 22 persen.

Sedangkan di wilayah Bali Pertamax mengalami kenaikan 12 persen dari rata-rata normal harian dan di Jawa Timur mengalami kenaikan 5 persen. “Kenaikan konsumsi BBM ini dapat terlayani dengan baik, terutama karena Pertamina telah menyiapkan antisipasi sebelumnya,” pungkasnya. (luk)